FOKUSMEDIANEWS.COM, KAB SUKABUMI – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sukabumi menargetkan partisipasi massal sebanyak 16.152 peserta untuk menyukseskan Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 1448 H pada 15–16 Juli 2026 mendatang.
Rencana besar ini dimatangkan dalam rapat koordinasi daring pada Selasa (30/6/2026) sebagai bagian dari program nasional “Peaceful Muharam 1448 H” untuk mengedukasi masyarakat tentang akurasi arah kiblat. Rapat yang diikuti jajaran Kantor Urusan Agama (KUA), madrasah, pengawas, guru, penyuluh agama, penghulu, pondok pesantren, dan organisasi keagamaan ini bertujuan menyatukan langkah untuk menyukseskan pelaksanaan kegiatan di Kabupaten Sukabumi.
Target besar ini mencakup seluruh elemen keagamaan, mulai dari KUA, guru PAI, pengawas, madrasah (termasuk Raudhatul Athfal dan Madrasah Diniyah), hingga pondok pesantren di seluruh wilayah Sukabumi.
Untuk mencapai target tersebut, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sukabumi, H. Dadang Ramdani, M.Si., menginstruksikan jajarannya melakukan sosialisasi masif. Kemenag akan memanfaatkan setiap ruang pelayanan publik, termasuk momen pelayanan nikah di KUA dan penyuluhan keagamaan, sebagai media informasi.
Dadang menginstruksikan seluruh Kepala KUA agar segera melakukan sosialisasi kepada penghulu, penyuluh agama, serta seluruh pegawai di lingkungan KUA. Selain itu, ia meminta agar dilakukan roadshow ke berbagai lapisan masyarakat, mulai dari masjid, musala, rumah ibadah, lembaga pendidikan, perkantoran, pertokoan, hingga majelis taklim dan berbagai forum keagamaan.
Menurutnya, sinergi antara KUA dan madrasah menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan program tersebut. Oleh karena itu, kepala madrasah diminta membangun koordinasi yang erat dengan Kepala KUA di wilayah masing-masing agar pelaksanaan Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat dapat berjalan secara efektif dan menjangkau masyarakat secara luas.
Ia juga mengingatkan seluruh jajaran untuk memahami setiap tahapan teknis pelaksanaan kegiatan sekaligus memanfaatkan berbagai kesempatan pelayanan kepada masyarakat sebagai media sosialisasi, termasuk saat pelayanan nikah di KUA maupun kegiatan penyuluhan keagamaan. Informasi mengenai mekanisme pendaftaran dan pelaksanaan diharapkan dapat disampaikan secara langsung kepada masyarakat melalui berbagai media komunikasi yang tersedia.
“Saya menekankan seluruh jajaran untuk bekerja secara kolaboratif dan memastikan seluruh tahapan persiapan dapat dilaksanakan dengan baik sehingga target partisipasi Kabupaten Sukabumi dapat tercapai dan pelaksanaan Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat berlangsung sukses,” pungkas Dadang Ramdani. (*)











