FOKUSMEDIANEWS.COM, SUKABUMI – Memperingati Hari Bumi Sedunia tahun 2025, Kementrian Agama Kabupaten Sukabumi menanam sejumlah bibit pohon matoa pada hari Selasa (22/4/2025), di halaman Kemenag Kabupaten Sukabumi, Jl.Pelabuhan II Km. 06 no.302 Lembursitu Sukabumi.
Penanaman ini merupakan bagian dari program Gerakan Penanaman Satu Juta Pohon Matoa, yang dicanangkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.
Kegiatan penanaman pohon matoa di Kemenag Kabupaten Sukabumi ini secara serentak juga diikuti oleh ASN Kementerian Agama, termasuk di 47 KUA yang ada di setiap Kecamatan. Selain itu diikuti pula oleh para tokoh lintas agama dan masyarakat dari berbagai wilayah di Kabupaten Sukabumi.
Kasubag TU Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi, H. Agus Santosa menuturkan, gerakan penanaman sejuta pohon ini merupakan gerakan bersama masyarakat yang akan menjadi contoh nyata, baik dalam upaya pelestarian alam ditengah fenomena krisis iklim global. Sementara itu isu lingkungan menjadi agenda nasional yang melibatkan semua sektor, termasuk sektor keagamaan.
“Kami lakukan gerakan ini bersama keluarga besar Kementerian Agama dan para tokoh listas agama untuk memberi teladan dalam pelastarian alam,” ungkap
H. Agus Santosa juga menegaskan, gerakan ini juga sekaligus menjalin komitmen agama terhadap gerakan hijau yang berbasis nilai,” imbuhnya.
Sementara Kasie Binmas Kemenag Kabupaten Sukabumi, yang juga selaku Koordinator Gerakan Penanaman Sejuta Pohon Matoa di wilayah Kabupaten Sukabumi, Deddy Wijaya, menyebutkan bahwa pelaksanaan penanaman Sejuta Pohon Matoa ini dicanangkan sejak bulan Desember 2024 lalu.
“Namun sesuai dengan arahan dan intruksi Bapak Menteri Agama, Bapak Nasarudin Umar, secara serentak upacara Gerakan Penanaman Sejuta Pohon Matoa ini dilaksanakan pada hari ini (Selasa, 22/4/2025), diseluruh wilayah Indonesia,” ujar Deddy Wijaya, didampingi Ketua panitia, Aa Permadi.
Deddy Wijaya menambahkan, kuota bibit pohon matoa yang akan ditanam diseluruh wilayah di Kabupaten Sukabumi ini sebanyak 3378 bibit, diantara penanamannya dilaksanakan oleh 47 KUA tingkat Kecamatan.
“Semua gerakan ini akan dilaksanakan secara bertahap bersama-sama dengan seluruh elemen masyarakat setempat termasuk partisipasi pengurus madrasah, pondok pesantren dan instansi lainnya,” pungkasnya. (*/A. Hamzah).








