FOKUSMEDIANEWS.COM, SUKABUMI – Rentetan peristiwa kebakaran kembali mewarnai Kabupaten Sukabumi. Kali ini, sebuah rumah permanen milik pasangan Iwan dan Ibu Lili di Kampung Babakan Amlong, RT 02/04, Desa Pabuaran, Kecamatan Pabuaran, dilalap api pada Sabtu (25/7/2026) sekitar pukul 10.14 WIB.
Peristiwa ini menambah daftar kejadian kebakaran yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di Kabupaten Sukabumi. Di tengah musim kemarau yang semakin terasa, ancaman kebakaran menjadi persoalan yang terus menghantui masyarakat, terutama akibat kelalaian saat menggunakan api di lingkungan permukiman.
Berdasarkan laporan Pos Damkar Sagaranten, api diduga berasal dari aktivitas pembakaran sampah yang kemudian merembet ke bagian dapur rumah hingga membakar bangunan.
Saat kejadian, rumah tersebut dihuni lima orang, yakni Iwan, Ibu Lili, beserta ketiga anak mereka. Beruntung seluruh penghuni berhasil menyelamatkan diri sehingga tidak ada korban jiwa maupun korban luka.
Petugas Pos Damkar Sagaranten bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan masyarakat. Dengan mengerahkan satu unit mobil pemadam, proses pemadaman dimulai pukul 10.45 WIB dan api berhasil dikendalikan sekitar pukul 10.50 WIB.
Luas bangunan yang terbakar diperkirakan sekitar 12 meter persegi dari total luas rumah sekitar 72 meter persegi. Sementara nilai kerugian hingga kini masih dalam proses pendataan.
Komandan Pos Damkar Sagaranten, Yusup, mengungkapkan bahwa penyebab kebakaran sementara diduga akibat api dari pembakaran sampah yang tidak terkendali.
“Api diduga berasal dari pembakaran sampah yang kemudian merembet ke dapur rumah. Alhamdulillah seluruh penghuni selamat dan api berhasil kami padamkan sehingga tidak menjalar lebih luas,” ujar Yusup.
Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat membakar sampah, terlebih pada musim kemarau ketika kondisi lingkungan sangat kering.
“Kami mengingatkan warga agar tidak meninggalkan api tanpa pengawasan. Cuaca panas membuat api sangat mudah merambat ke bangunan maupun lahan di sekitarnya. Pencegahan adalah langkah terbaik agar kejadian serupa tidak terus berulang,” katanya.
Meski petugas berhasil mengendalikan kobaran api, proses penanganan sempat terkendala akses menuju lokasi yang relatif sempit, berbatu, dan dalam kondisi rusak. Namun, hal tersebut tidak menghalangi petugas untuk segera melakukan pemadaman.
Peristiwa di Pabuaran menjadi pengingat bahwa kebakaran bukan hanya dipicu korsleting listrik, tetapi juga dapat bermula dari aktivitas sederhana seperti membakar sampah. Di tengah meningkatnya frekuensi kejadian kebakaran di berbagai wilayah Kabupaten Sukabumi dalam beberapa waktu terakhir, kewaspadaan masyarakat menjadi kunci utama untuk mencegah kerugian yang lebih besar.(*/Red)








