Breaking News

DPUTR Kota Sukabumi Akan Merenovasi 34 Rutilahu, Anggarannya Sudah Disiapkan

Kepala Bidang (Kabid) Perumahan dan Permukiman Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kota Sukabumi, Rinaldy Adzany. (Foto : Diskominfo Kota Sukabumi)

FOKUSMEDIANEWS.COM, KOTA SUKABUMI – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Sukabumi telah menyiapkan anggaran bantuan renovasi 34 rumah tidak layak huni atau rutilahu.

“Tersedia di APBD anggaran penanganan bencana untuk renovasi 17 rutilahu dan 17 lainnya untuk renovasi dikawasan non kumuh. Untuk non kumuh di Kel. Gunung Parang yang merupakan usulan Musrenbang,” ujar Kepala Bidang Perumahan dan Pemukiman DPUTR Kota Sukabumi, Rinaldy Adzany, di kantornya (14/3/2024).

Baca Juga :   Pemkot Sukabumi Renovasi 20 Unit Rumah Rutilahu di Kelurahan Lembursitu

Menurut Rinaldy Adzany, bantuan yang akan disalurkan tersebut terbagi kedalam dua kategori yakni bantuan untuk rutilahu terdampak bencana dan rutilahu di kawasan non kumuh. Anggaran bantuan renovasi rutilahu kawasan non kumuh diperuntukkan bagi 17 unit rutilahu yang diantaranya berada di Kelurahan Gunung Parang. Bantuan ini diberikan berdasarkan usulan pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan.

Baca Juga :   Perbaiki 4.363 Rutilahu Dengan Dana 45,3 Miliar, Wali Kota Bogor : Pastikan Tepat Sasaran

Ia menerangkan pula bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan seleksi untuk menentukan penerima bantuan renovasi rutilahu terdampak bencana. Pemohon bantuan kategori ini telah mencapai 151 unit rutilahu, sedangkan anggaran yang disediakan hanya mencukupi untuk 17 unit rutilahu. Ditegaskannya pula, bantuan akan disalurkan untuk rutilahu yang masuk dalam kategori darurat sehingga harus segera mendapatkan penanganan.

Baca Juga :   Sekarang, Gunakan e-Lapor Untuk Aduan Atau Aspirasi ke Pemkot Sukabumi

“Sekarang kami sedang menyeleksi renovasi rutilahu yang terdampak bencana karena yang masuk di kami sudah ada 151 rutilahu, sedangkan anggaran hanya untuk 17 unit. Jadi nanti akan kita prioritaskan kategori darurat. Lokasinya tersebar diberbagai wilayah. Kita sudah survey semua, tinggal dipilih yang betul-betul darurat,” tutup Rinaldy Adzany. (*rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *