Breaking News

Di Bawah Langit Jingga Cisaat. Membasuh Lelah, Merajut Ukhuwah di Jalan Wartawan

FOKUSMEDIANEWS.COM, SUKABUMI – Sabtu (14/3/2026) sore itu, langit di atas Kompleks Gelanggang Cisaat tampak begitu bersahabat. Guratan warna jingga keemasan membentang luas, memayungi bangunan kantor di Jalan Wartawan, Desa Sukmanah. Cuaca cerah yang menyelimuti Sukabumi seolah memberi restu bagi para kuli tinta yang sedang menanggalkan sejenak kepenatan demi sebuah pertemuan yang dinanti. Buka Puasa Bersama PWI Kabupaten Sukabumi.

Di halaman kantor, angin sepoi-sepoi berhembus pelan, mengiringi kedatangan para jurnalis PWI yang biasanya bergelut dengan debu jalanan dan panasnya isu lapangan. Ramadan 1447 Hijriah kali ini bukan sekadar ritual menahan lapar. ia menjelma menjadi ruang jeda sebuah oase di bawah langit yang bersih tanpa awan mendung.

Baca Juga :   Didampingi Wabup Sukabumi, Pj Wali Kota Sukabumi Serahkan Bantuan Bencana Alam

Nurudin Zain Samsyi, atau yang akrab disapa Bah Anom, berdiri dengan latar belakang senja yang memikat. Senyumnya mengembang, menyiratkan kerinduan yang tertuntaskan. Bagi sang Plt Ketua PWI, pertemuan di bawah cuaca yang teduh ini adalah momentum emas untuk menyatukan kembali kepingan-pengingat semangat yang sempat berserakan.

“Selama ini kita ibarat ombak yang sibuk mengejar pantai, jarang sekali bisa berkumpul dalam tenang. Bukber di bawah cerahnya sore inilah dermaga kita untuk merajut kembali persatuan, apalagi menjelang hari raya yang fitri. Di sini, kita saling memaafkan dan kembali menguatkan organisasi yang kita cintai,” tutur Bah Anom dengan nada bicara yang hangat seiring meredupnya sang surya.

Baca Juga :   Muhibbah Ramadhan di Cicurug, Wabup Sukabumi Ajak Masyarakat Perkuat Silaturahmi

Suasana semakin syahdu saat salah seorang Penasehat PWI, Aam Abdul Salam, S.Ag, menyelipkan untaian hikmah di tengah penantian beduk Magrib. Di hadapan para jurnalis yang duduk bersila, ia mengingatkan bahwa kejernihan pikiran seorang wartawan haruslah secerah langit sore itu.

“Wartawan adalah cermin masyarakat. Jika nuraninya keruh, maka informasi yang dihasilkan pun akan buram. Kita perlu menata mental, menjaga kejernihan berpikir agar tinta yang kita goreskan lahir dari pikiran yang sehat dan bersih,” ungkap Aam, menekankan pentingnya kesehatan spiritual bagi para pencari berita.

Baca Juga :   Lestarikan Budaya dan Bahasa Daerah, Pemkab Sukabumi Kembali Gelar Festival Tunas Bahasa Ibu

Ketika azan berkumandang, suasana berubah menjadi khidmat. Seteguk air dan sepiring takjil menjadi simbol kemenangan kolektif. Langit yang tadinya jingga perlahan berganti menjadi hitam bertabur bintang yang jernih, menandakan cuaca yang tetap setia menemani hingga acara usai.

Tidak ada lagi sekat antara jurnalis senior maupun junior, semua melebur dalam satu ruang, berbagi cerita di bawah temaram lampu kantor PWI Kabupaten Sukabumi. Bagi mereka, malam itu bukan hanya tentang membatalkan puasa, melainkan tentang menghidupkan kembali “ruh” kebersamaan di bawah saksi bisu langit Kompleks GOR Cisaat yang tetap cerah dan penuh ketenangan.

Editor: Avhes