Breaking News
Hukum  

Bangun Kepercayaan Publik, Ditjenpas Jabar Buka Pintu Transparansi Bersama PWI

Kakanwil Ditjenpas Jawa Barat Yudi Suseno (kanan) berikan cendramata kepada ketua PWI Jabar Tantan Sulthon Bukhawan (kiri) saat kunjungan kerja ke PWI Jawa Barat, Selasa (13/10/2026).

FOKUSMEDIANEWS.COM, BANDUNG — Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Barat berkomitmen membuka pintu transparansi informasi seluas-luasnya guna membangun kepercayaan masyarakat. Langkah strategis ini diwujudkan melalui penguatan sinergi bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat untuk memastikan setiap dinamika di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapis) tersampaikan secara objektif.

Komitmen tersebut mengemuka saat Kepala Kanwil Ditjenpas Jawa Barat, Yudi Suseno, mengunjungi Kantor PWI Jawa Barat untuk mempererat kolaborasi dengan insan pers pada Selasa (13/10/2026). Hubungan profesional antara lembaga pemerintah dan media dinilai krusial untuk menjaga akuntabilitas penyelenggaraan pemasyarakatan.

Kepala Kanwil Ditjenpas Jabar, Yudi Suseno, menegaskan bahwa pers memiliki peran strategis dalam membantu masyarakat memahami pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan yang sebenarnya.

Baca Juga :   DPRD Kota Sukabumi Kawal Kepulangan Jenazah PMI Asal Cikole yang Meninggal di Jeddah

“Kami menyadari pentingnya komunikasi yang baik antara jajaran Ditjenpas dan wartawan. Hal ini diperlukan agar informasi yang diterima publik disampaikan secara akurat, berimbang, dan berdasarkan fakta, demi membangun kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan pemasyarakatan,” ujar Yudi Suseno.

Yudi menambahkan, sinergi dengan organisasi resmi seperti PWI juga memberikan dampak positif bagi operasional di lapangan. Melalui kerja sama ini, petugas pemasyarakatan dapat lebih mudah mengenali identitas wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik secara resmi, sehingga mendukung kelancaran koordinasi saat peliputan berlangsung di lingkungan lapas.

Rencana penguatan transparansi ini disambut baik oleh Ketua PWI Jawa Barat, Tantan Sulthon. Ia menegaskan kesiapan jajaran PWI di seluruh wilayah Jawa Barat untuk mendukung penyampaian informasi yang dibutuhkan masyarakat melalui jurnalisme yang proporsional.

Baca Juga :   Menkopolhukam dan Menkumham Temui Eks MAHID di Belanda Bahas Kewarganegaraan dan Repatriasi

“Kita memiliki kurang lebih 1.000 wartawan yang tersebar di kota dan kabupaten. Kami siap bersinergi. Komunikasi yang terjalin dengan baik ini dapat memperkuat hubungan di berbagai daerah, sehingga informasi mengenai kegiatan maupun persoalan di lingkungan lapas dapat disampaikan kepada masyarakat secara proporsional,” ungkap Tantan Sulthon.

Senada dengan Tantan, Sekretaris Umum PWI Jawa Barat, Sandy Ferdiana, menekankan pentingnya pemahaman yang utuh terhadap setiap persoalan di lapangan. Keterbukaan informasi dari Ditjenpas menjadi modal penting bagi wartawan untuk menghasilkan produk jurnalistik yang sehat.

Baca Juga :   Kasus Pembunuhan Perempuan di Gunung Sungging Surade Diungkap Polisi

“Informasi yang lengkap dan berimbang menjadi salah satu unsur penting dalam membangun pemahaman publik. PWI Jawa Barat menyatakan kesiapan untuk mendukung hal tersebut melalui praktik jurnalistik yang profesional. Kami berharap ruang koordinasi ini efektif untuk memperjelas informasi serta meluruskan persoalan yang berkembang di tengah masyarakat,” kata Sandy Ferdiana.

Melalui penguatan sinergi ini, hubungan antara Ditjenpas Jabar dan media diharapkan semakin terbuka dan konstruktif. Keterbukaan komunikasi ini menjadi kunci utama agar masyarakat tidak lagi menerima informasi sepihak, melainkan memperoleh gambaran yang jelas, akurat, dan berimbang mengenai dunia pemasyarakatan di Jawa Barat. (*/Red)