Breaking News
Profil  

Balada Kehidupan Asep “Avhes'” Solihin: Antara C’Kopi, Panggung Musik dan Jurnalistik

Asep Solihin yang lebih dikenal dengan panggilan Avhes. (Foto: ist)

FOKUSMEDIANEWS, KOTA SUKABUMI – Sejak di bangku SMA, Asep Solihin yang akrab disapa Avhes, sudah menyimpan mimpi besar. Bukan mimpi yang hinggap sebentar, melainkan cita-cita yang tumbuh bersama waktu, membangun karir dan pengabdian untuk negeri di kancah internasional.

Cita-cita itulah yang membawa Avhes muda, saat kuliah, memilih Pendidikan Hubungan Internasional, yang diselesaikannya pada tahun 1987.

Namun kisah hidup manusia kadang tak berjalan linier dengan bidang pendidikan. Ibarat musik yang keluar dari partitur yang telah dibuat. Bahasa spiritualnya, manusia punya keinginan, namun Allah SWT punya hak preogratif menentukan perjalanan hidup seseorang.

Gelar akademik memang memberi pondasi untuk berpikir, tetapi kenyataan jalan hidup bisa saja ditentukannya dari sisi lain yang dimiliki seseorang.

Seperti kisah Kang Avhes, nyatanya bermain musik yang semula sekedar hobi telah banyak mewarnai pencapaian dalam hidupnya. Hobi bermain musik yang terus didalami dan berkembang menjadi keahlian, mengantarkan Avhes dikenal sebagai pemusik yang berkelana dari panggung ke panggung. Ia berkeliling daerah di dalam negeri, bahkan manembus batas negara, seperti Singapura, Hanoi, hingga Brunei Darussalam.

Baca Juga :   Danendra, Mahasiswa dengan Segudang Prestasi

Bagi Avhes, musik bukan sekadar hiburan. “Musik adalah bahasa universal. Bahkan lewat musik mempertemukan saya dengan banyak orang, dengan banyak cerita. Saya mengenal dunia jurnalistik pun pada awalnya dengan jalan bermain musik,” tutur Avhes, saat ditemui di kafe C’Kopi Gaud, yang merupakan salah satu bidang usahanya, di Jalan A. Yani Kota Sukabumi.

Perjumpaannya dengan pimpinan redaksi Kompas pada tahun 1997, dalam sebuah momentum bermusik, menjadi titik balik penting seorang Avhes mengenal dunia jurnalistik.

Dari sanalah ketertarikannya pada dunia jurnalistik bermula. Setahun kemudian, pada 1998, Avhes resmi terjun sebagai jurnalis. Liputan perdananya tentang pariwisata, tayang di majalah pariwisata, menandai langkah awalnya di dunia jurnalis.

Karier jurnalistik Avhes kemudian bergerak dinamis. Ia menjadi staf redaktur Indosiar pada tahun 2002 hingga 2004. Kemudian dipercaya menjabat Kepala Penyiaran/Berita SSTV Sukabumi pada 2004–2007. Dari layar televisi, ia melangkah ke media cetak sebagai bagian dari Metro Puncak selama periode 2008–2015.

Baca Juga :   Sosok Polisi Berintegritas, Religius dan Dermawan, Masyarakat Berharap AKBP Maruly Pardede Masuk Kandidat Hoegeng Awards 2024

Tahun 2015 menjadi fase menarik lainnya. Avhes membuka C’Kopi Gaud, sebuah kafe yang bukan sekadar tempat minum kopi, tapi medium berkembangnya berbagai inspirasi.

Dengan latar belakang musik, C’Kopi Gaud dirancang sebagai ruang perjumpaan. Kopi asli dari berbagai daerah Indonesia disajikan berdampingan dengan live musik. Suasna dikemas menjadi tempat nada, ide, dan obrolan bertemu.

Meski sempat fokus mengelola usaha, hobi menulis tak pernah benar-benar ditinggalkan. Pada 2019, Avhes kembali aktif menggarap media online dengan fokus pemberitaan hingga 2022. Tahun yang sama, ia dipercaya menjadi redaktur Beda News, dan seiring waktu juga menjadi redaktur di Fokus Media News.

Sertifikasi Kompetensi Wartawan Madya dari Dewan Pers yang dikantonginya menegaskan profesionalisme yang ia bangun bertahun-tahun dalam profesi kewartawanan.

Di luar ruang redaksi, kiprah Avhes juga kuat dalam organisasi pers. Ia mulai bergabung dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) sebagai anggota PWI Kabupaten Cianjur pada 2006–2010. Karier organisasinya berlanjut sebagai Wakil Sekretaris PWI Kabupaten Sukabumi periode 2010–2013.

Baca Juga :   PWI Kabupaten Sukabumi Gandeng UMMI dan KCD Pendidikan Gelar Lomba Karya Jurnalistik Tingkat SLTA

Karena tuntutan tugas, ia kembali tercatat sebagai anggota PWI Kabupaten Cianjur tahun 2013–2016, dan kemudian menjabat Sekretaris PWI Kabupaten Sukabumi pada 2016–2019.

Keteguhan dan dedikasinya pada organisasi pers, membuahkan kepercayaan dari rekan-rekan wartawan lain yang memilihnya secara aklamasi sebagai Ketua PWI Kabupaten Sukabumi masa bakti 2020-2023.

Sejak 2024 hingga saat ini, ia mengemban peran sebagai Penasihat PWI Kabupaten Sukabumi, yang menjadi tempat bertanya, berbagi pengalaman, dan menjaga marwah profesi.

Dari musik, jurnalistik, hingga bisnis kopi, menjadikan perjalanan hidup Avhes mengalir penuh makna dan warna. Kisah hidup dengan bentangan jalan yang saling berhubungan. Ada makna yang perlu kita renungkan, kadang pencapaian seseorang tidak datang dari jalur linier pendidikan formal, tetapi dari kegigihan merawat hobi, konsistensi berkarya, dan keberanian mengikuti irama hidup.

Dari sudut Kota Sukabumi, di antara aroma kopi dan denting gitar, kisah itu masih terus dimainkan. **