FOKUSMEDIANEWS.COM, SUKABUMI – Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas membuka Open Tournament Grasstrack di Sirkuit Cibayawak, Kampung Cipanengkas, Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon, Minggu (29/8/2026).
Kegiatan olahraga adu nyali ini digelar dalam rangka memeriahkan HUT ke 81 Republik Indonesia tahun 2026, dan iikuti para croser lokal serta croser dari luar Kabupaten Sukabumi.
Kehadiran sirkuit tersebut mendapat sambutan positif dari Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Selain menjadi ruang bagi pecinta otomotif untuk menyalurkan hobi, Sirkuit Cibayawak dinilai memiliki potensi menjadi sarana pembinaan atlet sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat desa.
H. Andreas mengatakan, penyelenggaraan grasstrack di lokasi khusus dapat menjadi alternatif positif bagi para penghobi otomotif agar tidak menyalurkan kegemarannya melalui aksi balap liar di jalan raya.
“Nilai positif dari kegiatan ini salah satunya selain mengurangi balapan liar. Yang kedua, di sini juga bisa melahirkan bibit-bibit atlet yang nanti ke depan bisa dijuarakan, baik di Kejurda maupun di Kejurnas,” kata H. Andreas.
Menurutnya, potensi tersebut harus dikelola secara berkelanjutan. Sirkuit tidak hanya digunakan ketika ada perlombaan, tetapi dapat diarahkan menjadi wadah pembinaan dan pengembangan kemampuan pembalap muda.
Ia juga mengapresiasi masyarakat Desa Bojongsari yang mampu menghadirkan kegiatan tersebut melalui kolaborasi berbagai pihak.
“Ini adalah salah satu bentuk kreativitas warga dan juga kolaborasi antara warga sekitar dengan para tokoh masyarakat, kemudian kepala desa dan yang lainnya,” ujarnya.
H. Andreas berharap keberadaan sirkuit dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. Menurutnya, kegiatan olahraga otomotif yang menghadirkan peserta dan penonton dari berbagai wilayah berpotensi membuka peluang ekonomi baru bagi warga sekitar.
“Mudah-mudahan kegiatan positif ini menjadi salah satu ajang untuk menyalurkan bukan hanya hobi, tetapi juga bisa ada pertumbuhan ekonomi yang ada di wilayah Desa Bojongsari,” ungkapnya.
Ia menilai kolaborasi antara pemerintah desa dan masyarakat menjadi modal penting dalam mengembangkan potensi wilayah.
“Ini salah satu kolaborasi yang baik antara pemerintah desa dengan lingkungan, di mana potensi wilayah untuk menumbuhkembangkan selain olahraga dan juga nanti aktivitas ekonomi,” jelasnya.
Meski memberikan apresiasi, H. Andreas mengingatkan penyelenggara agar aspek keselamatan tidak diabaikan. Menurutnya, karakter lintasan yang cukup ekstrem membutuhkan penerapan SOP secara ketat untuk melindungi pembalap, panitia maupun penonton.
“Ada pesan juga buat panitia, karena dengan sirkuit yang ekstrem seperti ini, pastinya SOP-nya harus dipenuhi dan kemudian izin-izinnya harus dilengkapi sehingga kegiatannya menjadi resmi,” tegasnya.
Ia berharap kegiatan tersebut terus ditingkatkan sebagai aktivitas positif bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
“Harapan ke depan, ini salah satu bentuk kegiatan positif yang harus terus ditingkatkan, supaya tidak ada balapan liar di jalan,” pungkasnya.
H. Andreas kemudian secara resmi membuka Open Tournament Grasstrack Cibayawak.
“Bismillahirrahmanirrahim, Sirkuit Cibayawak dan Open Tournament Grasstrack secara resmi saya nyatakan dibuka,” ucapnya.
Dengan dibukanya sirkuit tersebut, Pemerintah Kabupaten Sukabumi berharap olahraga otomotif dapat berkembang lebih terarah, melahirkan atlet-atlet berprestasi, sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat Desa Bojongsari. (*/jng)











