Breaking News

Hendra Herdiansah, Penjul Kelapa Muda dan Pisang Warnai Geliat Ekonomi Masyarakat Pesisir Citepus Palabuhanratu

Hendra Herdiansah sedang melayani pembeli di kiosnya, Jalan Citepus, Desa Citepus, Palabuhanratu. (foto : R Utama)

FOKUSMEDIANEWS.COM, SUKABUMI – Hendra Herdiansah, anak muda yang ulet dan memancarkan optimisme di wajahnya. Anak muda warga Kampung Cilisung, Desa Citepus Kecamatan Palabuhanratu ini berusia sekitar 25 tahun, masih lajang dan sedang menata masa depannya.  Hendra sangat dikenal di wilayah Citepus Palabuhanratu, karena profesinya sebagai penjual hasil pertanian yaitu kelapa muda dan aneka pisang.

Kios kelapa mudan dan pisang milik Hendra sangat mudah kita jumpai. Letaknya di pinggir jalan Citepus, sebelum jembatan Citepus dan pantai Citepus. Daerah yang termasuk salah satu destinasi wisata yang sudah familier di Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi.

Hendra memfokuskan jualan hanya dua macam saja yaitu kelapa muda dan beberapa jenis pisang. Ia tergolong salah satu pelaku ekonomi masyarakat yang masih bertahan dan tetap menghidupkan perekonomian Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di wilayah tersebut.

Baca Juga :   Tindak Lanjuti Nomenklatur SOTK, Bupati Sukabumi Kukuhkan dan Ambil Sumpah Pejabat di Lingkungan Pemkab

Kelapa muda dan pisang di kios Hendra sangat diminati pembeli, baik pribumi maupun para pelancong yang datang ke pantai Citepus Palabuhanratu. Di tangan anak muda yang tekun dan supel ini, komoditas hasil pertanian menjadi sumber penghidupan utama, dan membantu penjualan bagi para petani lainnya.

Hendra Herdiansah mengatakan, usaha menjual hasil alam (pertanian) di kios pinggir jalan nasional itu sejak 2018. Pasokan kelapa muda banyak dikirim dari kawasan Cibodas dan Citepus. Adapun penjualan saat musim kemarau, bisa mencapai 300 hingga 350 butir per hari, namun saat musim hujan, hasilnya bisa turun drastis.

Baca Juga :   Masyarakat Antusias Ikuti Jalan Santai dan Senam Gurilaps Meriahkan Milangkala ka-155 Kabupaten Sukabumi

“Kalau musim kemarau bisa sampai 300 atau 350 butir, tapi kalau musim hujan, 50 butir saja susah,” ungkapnya disela meladeni pembeli, Jumat (7/11/2025).

Menurutnya, stok kelapa muda tidak hanya dijual di lokasi, tetapi juga disalurkan ke sejumlah warung-warung di pesisir pantai, hingga ke penginapan. Terkadang, tidak semuanya beli kontan, masih ada juga sistem penjualan ke pemilik warung berbasis saling percaya.

“Alhamdulilah selain dijual di tempat, kami juga kirim ke warung-warung di pesisir dan ke penginapan kalau banyak tamu,” ujarnya.

Hendra menambahkan, kelapa dijual ke warung-warung dengan harga Rp6.000 per butir, atau Rp10.000 jika dibuka langsung di tempat. Dalam kondisi normal, pendapatan hariannya mencapai Rp500.000, dan bisa tembus Rp2 juta ketika meningkat kunjungan wisatawan.

Baca Juga :   Berjibaku di Tengah Derasnya Hujan, Petugas Penyelamatan Damkartan Parungkuda Berhasil Evakuasi Kendaraan yang Terperosok ke Parit

“Kalau wisatawan banyak, biasanya berpengaruh meningkatnya pembeli, Alhamdulillah bila semuanya lancar, omzet bisa sampai dua juta per hari,” ujarnya sambil tersenyum.

Meski menghadapi tantangan cuaca dan masih ada sistem pembayaran tempo setelah kelapa terjual, Ia tetap bersyukur karena pasokan kelapa muda di wilayahnya tidak pernah kekurangan.

“Alhamdulillah, kelapa di wilayah Palabuhanratu masih banyak,” ungkapnya.

Usaha seperti Hendra menunjukkan bahwa ekonomi rakyat di pesisir selatan Sukabumi tetap tumbuh dari kekuatan lokal. Kelapa bukan sekadar hasil kebun, tapi juga bagian dari kehidupan dan ketahanan masyarakat. (**/Red)