Breaking News

Komisi VII DPR RI Lakukan Kunker ke Kota Bogor, Tinjau Penerapan Standarisasi Kampung Wisata

Wali Kota Bogor saat menerima kunjungan Komisi VII DPR RI di Bumi Ageung Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan Kota Bogor. (foto : istimewa)

FOKUSMEDIANEWS.COM, KOTA BOGOR – Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) melakukan kunjungan kerja ke Bumi Ageung Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan Kota Bogor, Senin (8/9//2025). Kunjungan tersebut berkaitan dengan penerapan standarisasi yang diterapkan oleh pemerintah pusat melalui kementerian pariwisata terkait dengan karakteristik dari suatu kampung atau desa wisata di Indonesia.

Dalam kunker spesifik ini Komisi VII DPR RI juga menyampaikan beberapa pandangan serta menggali hal hal terkait kampung wisata di Kota Bogor.

Komisi VII DPR RI juga menerima berbagai informasi tentang Kota Bogor yang bisa menjadi pendukung dalam pembahasan Undang-undang Kepariwisataan

Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay mengatakan kunjungan kerja spesifik ini untuk melihat sejauh mana penerapan standarisasi yang diterapkan oleh pemerintah pusat melalui kementerian pariwisata terkait dengan karakteristik dari suatu kampung atau desa wisata di Indonesia.

Baca Juga :   Jakarta STIN BIN Pendatang Baru Proliga 2023 Jadi Idola Masyarakat Jabar

“Jadi kita khusus pertama kali datang ke Kota Bogor, karena di sini saya kira merupakan tempat yang sangat bersejarah dan juga banyak sekali tempat-tempat dan desa-desa dan juga kampung-kampung wisata yang bisa kita datangi,” ujarnya.

Sehingga, Ia meyakini bahwa ke depan seiring akan disahkannya UU itu dapat membantu mewujudkan pengelolaan desa dan kampung wisata di Indonesia bisa semakin cepat dan Kota Bogor bisa semakin baik di masa mendatang.

“Karena Kota Bogor ini bukan kota biasa tapi merupakan kota super luar biasa, tadi dijelaskan sejarahnya, banyak sekali orang orang hebat lahir dan menjadi pokok dari Kota Bogor ini. Dan tentu ini harus dipelihara. Sehingga masyarakat dari Jakarta dari kota- kota lain berkunjung ke sini pasti tidak akan pernah lupa pernah berkunjung ke sini,” ujarnya.

Ia pun optimis Kota Bogor bisa menjadi kota yang semakin banyak dikunjungi wisatawan, tidak hanya lokal maupun nasional, tapi global dan internasional.

Baca Juga :   Pemkot Bogor Desak Percepatan Penanganan Longsor Saleh Danasasmita

“Sehingga Kota Bogor bisa menjadi satu destinasi wisata baru yang betul-betul menjanjikan dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat,” ucapnya.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menyempaikan sambutan saat menerima kunjungan kerja Komisi VII DPR RI yang dipimpin Ketua Komisi, Saleh Partaonan Daulay di Bumi Ageung Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan Kota Bogor (Foto : istimewa)

Sementara Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengatakan, Kota Bogor siap terus membangun dan mengembangkan kampung tematik serta kampung wisata.

Hal ini dilakukan untuk bisa memajukan masyarakat, penyerapan tenaga kerja dan meningkatkan penggerak ekonomi di Kota Bogor.

Keberadaan situs-situs di Kota Bogor menjadi modal kuat untuk Kota Bogor mengembangkan dan membangun kampung wisata, diantaranya adalah keberadaan Prasasti Batutulis.

Namun, dalam pengembanganya, dukungan terhadap keberadaan Prasasti Batutulis ini belum ada sentuhan signifikan dari pemerintah pusat yang dikelola oleh Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah IX Jawa Barat, UPTD Kementerian Kebudayaan.

Meski demikian, untuk terus bergerak, Kota Bogor pun mencoba menjadi maju secara mandiri dengan membangun Bumi Ageung untuk mendukung keberadaan Prasasti Batutulis yang diseberangnya juga terdapat Istana Batutulis.

Baca Juga :   Wakasad Tinjau Lokasi Program Ketanahanan Pangan di Kabupaten Sukabumi

“Ada lagi juga 11 lokasi benda peninggalan purbakala termasuk juga zaman-zaman kerajaan termasuk zaman-zaman sejarah sebelumnya. Artinya dengan modalitas ini Kota Bogor siap terus membangun kampung tematik dan wisata,” ujar Dedie Rachim.

Dedie Rachim berharap apa yang sudah dilakukan Kota Bogor bisa disambut oleh pemerintah pusat melalui kementerian terkait untuk menunjang kepariwisataan dan kebudayaan yang ada di Kota Bogor.

“Setelah terintegrasi (Prasasti Batutulis dengan Bumi Ageung) maka kami tidak akan segan untuk mendatangkan orang-orang ke Kota Bogor, karena ini merupakan tonggak sejarah Kota Bogor yang luar biasa dan ini bukan artificial, ini asli, bukan bikinan, tapi betul-betul barangnya ada, prasastinya ada, kesejarahanya dan kalau dibiarkan saja tidak terpelihara maka kita akan rugi,” ujarnya. (*/Red)