Breaking News

Pengelolaan Sampah Berbasis Waste to Energy Butuh Kolaborasi Semua Pihak

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, saat menjadi narasumber dalam acara Waste To Energy Talks 2026 yang diselenggarakan oleh Metro TV, Kamis (16/7/2026). (Foto: Dok Diskominfo Kota Bogor)

FOKUSMEDIANEWS.COM, JAKARTA – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menegaskan bahwa pengelolaan sampah melalui skema Waste to Energy (WtE) membutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, industri, serta seluruh pemangku kepentingan.

Hal tersebut disampaikan Dedie dalam agenda Waste To Energy Talks 2026 yang diselenggarakan oleh Metro TV, Kamis (16/7/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Dedie Rachim membahas pentingnya percepatan revisi regulasi terkait pengelolaan sampah, khususnya untuk mendukung implementasi proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL).

Ia mengatakan, penyelesaian persoalan sampah tidak dapat hanya menjadi beban pemerintah daerah. Menurutnya, diperlukan pembagian tanggung jawab yang jelas antara pemerintah pusat, industri, dan daerah.

Baca Juga :   Kota Bogor Masuk 3 Besar Penilaian Kwarcab Tergiat 2025 Tingkat Jawa Barat

“Untuk mulai membahas tentang revisi Perpres, kami sampaikan harus ada tanggung jawab dari industri. Harus ada tanggung jawab dari pemerintah pusat supaya jangan bebannya hanya kepada pemerintah daerah,” ujar Dedie Rachim.

Ia menjelaskan, konsep ekonomi sirkular menjadi salah satu kunci dalam pengelolaan sampah ke depan. Sampah yang masih memiliki nilai ekonomi dapat diselesaikan melalui proses pemilahan dan pengolahan sejak dari sumbernya.

“Kalau memang tadi Pak Menteri sudah sampaikan ekonomi sirkular ini berjalan, maka sampah yang masih punya nilai ekonomis itu bisa selesai di depan. Plastik-plastik PE itu sebenarnya punya nilai yang sangat tinggi,” katanya.

Baca Juga :   Pemkab Sukabumi Sepakati Kerjasama dengan LLDIKTI Wilayah IV

Menurut Dedie Rachim, penguatan sistem pengelolaan sampah dari hulu juga harus terus dilakukan. Salah satunya melalui pengembangan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) serta bank sampah.

“Ini yang kemudian tentu harus dibarengi dengan dibinanya terus oleh Pak Menteri Lingkungan Hidup tentang TPS3R dan bank sampah,” jelasnya.

Dedie Rachim menegaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor siap mendukung percepatan pengelolaan sampah berbasis teknologi, termasuk melalui pembangunan PSEL yang menjadi solusi pengurangan sampah sekaligus menghasilkan energi.

Namun demikian, ia menekankan bahwa Kota Bogor tidak dapat berjalan sendiri dalam menghadapi persoalan sampah yang bersifat lintas wilayah.

Baca Juga :   Catatan SMSI Jelang 2024 : Soal Media , Jokowi Masih Adil

“Kota Bogor siap, dan kami tidak bisa sendirian. Kota Bogor dengan Kota Depok, Kota Bogor dengan Kabupaten Bogor harus bersama-sama, karena persoalan sampah ini lintas wilayah,” ungkap Dedie Rachim.

Ia menambahkan, kawasan Bogor Raya saat ini telah memiliki dua rencana pembangunan PSEL yang diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang dalam penanganan sampah.

“Alhamdulillah Bogor ini punya dua PSEL dan dua-duanya sudah siap untuk kita jalankan. Alhamdulillah dari Menko Pangan juga mendukung, dari kementerian juga mendukung, dari PLN dan seluruh stakeholder juga mendukung,” pungkas Dedie Rachim.

Sumber : Diskominfo Kota Bogor