Breaking News

Kelompok Mahasiswa Prodi PG PAUD UMMI Laksanakan Praktek Matkul PPD dan Konseling

Kegiatan pembelajaran berbasis nilai dalam rangkaian tugas Mata Kuliah Perkembangan Peserta Didik (PPD) yang dilaksanakan oleh Kelompok mahasiswa Program Studi PG PAUD Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI). foto : istimewa

FOKUSMEDIANEWS.COM, SUKABUMI – Kelompok mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru PAUD (PG PAUD) Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) menunjukkan kepedulian mereka terhadap pendidikan karakter dengan mengenalkan pentingnya etika pada anak usia dini.

Sebanyak sembilan mahasiswa yang tergabung dalam kelompok ini yaitu Ai Raisna, Eli Ernawati, Enung Herliantin, Lia Anggraeni, Nina Marlina, Nina Rahmawati, Sari Fuji Fitriani, Teti Setiani, dan Tiwi Pujiantie, melakukan kegiatan pembelajaran berbasis nilai dalam rangkaian tugas Mata Kuliah Perkembangan Peserta Didik (PPD).

Mewakili kelompok, Sari Fuji Fitriani menyampaikan kegiatan ini sejalan dengan arahan dosen mata kuliah PPD dan Konseling, Elnawati, M.Pd, yang menekankan pentingnya pembiasaan akhlak mulia sejak usia dini.

Baca Juga :   Tanamkan Kreatifitas Sejak Dini, Wabup Sukabumi Buka Lomba Peragaan Busana Muslim Bagi Anak PAUD

“Etika di usia dini adalah kunci membentuk generasi yang berkarakter. Ini bukan hanya soal sopan santun, tapi bekal hidup yang penting bagi masa depan anak,” ujar Sari Fuji pada Senin (22/7/2025).

Menurut Sari Fuji, masa usia dini adalah periode emas dalam pembentukan karakter dan budi pekerti. Penanaman nilai-nilai etika di lingkungan PAUD harus dilakukan secara konsisten dan menyenangkan. Misalnya, melalui kebiasaan menyapa, berbagi mainan, belajar mengucapkan kata-kata sopan, hingga mengenal aturan bermain.

Baca Juga :   Cegah Tawuran Pelajar, Satlantas Polres Sukabumi Berikan Penyuluhan ke Sekolah

Contoh lain, seperti menyanyikan lagu dengan pesan moral, mengenalkan kejujuran, hormat kepada orang tua, serta tidak menyakiti teman, dinilai efektif dalam membangun nilai-nilai etis anak.

Namun, para mahasiswa juga menyoroti tidak semua anak datang dengan bekal etika yang sama. Beberapa masih belum terbiasa mengucap salam atau bergiliran. Oleh karena itu, peran guru sebagai pembimbing dan pendekatan yang lembut dan sabar sangat dibutuhkan dalam proses ini.

Baca Juga :   Tiga Calon Sekda Kota Bogor Jalani Wawancara, Ini Tanggapan Wali Kota

Tak kalah penting, orang tua juga memiliki peran besar mendukung pendidikan karakter. Kolaborasi antara guru dan orang tua akan memperkuat nilai-nilai etika yang diajarkan di sekolah.

“Etika bukan hanya pelengkap, melainkan bagian dari proses tumbuh kembang anak yang sangat penting. Mari jadikan PAUD sebagai rumah pertama penanaman etika yang menyenangkan dan penuh cinta,” ajaknya.

Dengan membiasakan perilaku etika sejak usia dini, anak-anak akan tumbuh menjadi pribadi yang peduli, bertanggung jawab, dan mampu hidup harmonis dalam masyarakat. (*/Red)