Breaking News

Perkuat Penanggulangan HIV/AIDS, Pemkot Bogor Gelar Evaluasi KPA

Sekda Kota Bogor, Hanafi (tengah), pada acara rapat evaluasi KPA di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor. (foto : istimewa)

FOKUSMEDIANEWS.COM, KOTA BOGOR – Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Hanafi, menekankan pentingnya keterlibatan semua pihak dalam menekan angka kasus HIV/AIDS.

Hal tersebut diungkapkan saat Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Bogor menggelar rapat evaluasi tahunan di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Selasa (25/3/2025).

Mengusung tema ‘One World. One Hope. Unity and Solidarity’ atau ‘Satu Dunia. Satu Harapan. Persatuan dan Solidaritas’, pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi dalam upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan remaja.

Baca Juga :   Bima Arya : Adab dan Ilmu, Dua Faktor Pengaruhi Kesuksesan

Hanafi menyampaikan bahwa fenomena ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan partisipasi aktif dari berbagai elemen masyarakat, termasuk tenaga medis, pendidik, dan komunitas sosial.

“Penanggulangan fenomena HIV/AIDS ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam menanggulangi hal ini. Oleh karena itu, perlu pendekatan profesional yang lebih intensif agar masyarakat lebih sadar akan bahayanya HIV/AIDS dan memiliki kontrol pribadi,” ujar Hanafi.

Baca Juga :   HUT Ke 51 PPNI, Inilah Pesan Bupati Sukabumi

Menurut data Sistem Informasi HIV-AIDS dan IMS (SIHA) tahun 2023, Jawa Barat menjadi provinsi dengan kasus HIV/AIDS tertinggi di Indonesia.

Kota Bogor sendiri menempati peringkat kedua di Jawa Barat dengan jumlah kasus yang terus meningkat dalam tiga tahun terakhir.

Foto bersama peserta rapat evaluasi HIV/AIDS (KPA) tahunan 2025 di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Selasa (25/3/2025). foto : istimewa

Pada tahun 2021, tercatat 333 kasus baru, meningkat menjadi 408 kasus di tahun 2022, dan kembali bertambah menjadi 443 kasus pada tahun 2023.

Dengan kondisi ini, evaluasi kelembagaan, struktur organisasi, pendataan, serta pelaporan menjadi sangat krusial untuk memperkuat strategi pencegahan dan penanganan HIV/AIDS di Kota Bogor.

Baca Juga :   Pabrik Garmen di Kota Bogor Terbakar, Wali Kota Tinjau Lokasi

Hanafi juga menegaskan, bahwa evaluasi ini menjadi kesempatan untuk meninjau kembali program-program yang telah berjalan dan menyusun rencana kerja ke depan.

“Melalui evaluasi ini, kita bisa melihat faktor-faktor yang mempengaruhi penyebaran HIV/AIDS di Kota Bogor dan mencari solusi yang lebih efektif. Kita harus memperkuat komitmen bersama dalam upaya ini,” jelasnya. (*/Red)