FOKUSMEDIANEWS.COM, KAB SUKABUMI – Berkaitan dengan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Sukabumi 2024, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sukabumi akan menggelar Debat Publik Pertama calon Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi. Kegiatan ini akan digelar pada hari Sabtu (26/10/2024) Pukul 19.00-21.00 WIB, Auditorium Universitas Nusa Putra, Jl. Raya Cibolang No.21 Cisaat, Kabupaten Sukabumi.
Momen ini akan menjadi ajang adu gagasan dua pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi, yaitu pasangan nomor urut 1 H. Iyos Somantri – H. Zainul dan nomor urut 2 H. Asep Japar – H. Andreas.
Debat publik pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi pada Pilkada 2024 ini mengangkat tema ‘Strategi Mewujudkan Kesejahteraan dan Pelayanan Masyarakat untuk Pembangunan Kabupaten Sukabumi yang Maju, Mandiri, dan Berkelanjutan’.
Menurut informasi, acara debat pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati Sukabumi ini akan disiarkan secara langsung (live) streaming di kanal Youtube KPU, TVRI serta media lainnya.
Pendapat Masyarakat tentang Debat Paslon
Salah seorang warga masyarakat Kabupaten Sukabumi, Rizkiyani Nurtasqia, Spd, menanggapi positif agenda penyelenggaraan debat publik paslon Bupati dan Wakil Bupati tersebut. Ia berharap debat publik ini menjadi sarana untuk melengkapi pengetahuan publik tentang pandangan paslon terhadap isu-isu di Kabupaten Sukabumi. Dari isu-isu tersebut diharapkan manawarkan solusi dalam bentuk program dan sanggup mewujudkannya.
“Lewat debat publik ini diharapkan dapat memberikan informasi profil, visi, misi dan program kerja dalam mengelola Kabupaten Sukabumi ke depan, supaya diketahui masyarakat calon pemilih secara luas. Ini penting bagi masyarakat untuk menentukan pilihannya nanti. Karena lewat pilkada ini, harapannya bisa menghasilkan pemimpin yang berkualitas dan berintegritas untuk membangun dan mensejahterakan masyarakat Kabupaten Sukabumi,” ujar Rizkiyani.
Menurutnya, banyak isu yang bisa diangkat dalam debat calon bupati dan wakil bupati, meliputi isu tentang ekonomi, hukum, pendidikan, kesehatan, keamanan, lingkungan, dan lainnya. Masyarakat ingin tahu bagaimana para paslon menyikapinya dan program apa yang akan ditawarkan. Masyarakat bisa menagih itu jika paslon tersebut terpilih nanti. (**)











