FOKUSMEDIANEWS.COM, KAB SUKABUMI- Memperingati Hari Pers Nasional (HPN) PWI Kabupaten Sukabumi berkolaborasi dengan Baznas Kabupaten Sukabumi menyerahkan santunan kepada santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Salafy Al- Fathonah Desa Kebonmanggu Kecamatan Gunungguruh Kabupaten Sukabumi, pada Rabu (12/2/2025).
Selain santunan dari Baznas, dalam kegiatan tersebut juga diserahkan bantuan perlengkapan dan seragam sekolah dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, yang diserahkan oleh Ketua PWI dan Ketua PWI Peduli Kabupaten Sukabumi.
Usai kegiatan berlangsung Kepala Divisi Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sukabumi, Muhammad Kamaluddin kepada Wartawan menuturkan, Baznas Kabupaten Sukabumi merasa bangga bisa menjadi bagian dari Hari Pers Nasional, karena bagi Baznas sendiri, wartawan merupakan mitra strategis yang harus berjalan bersama-sama.
“Baznas dan wartawan adalah bagian yang tak terpisahkan dalam proses peradaban membangun Zakat, Infaq, Shodaqoh (ZIS) di Kabupaten Sukabumi kedepan,” kata M. Kamaluddin.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Ketua PWI, dan Seluruh pengurus PWI yang telah melibatkan Baznas Kabupaten Sukabumi dalam kegiatan Hari Ulang Tahun PWI dan peringatan HPN tahun 2025.
Kamaluddin berharap, kerjasama Baznas Kabupaten Sukabumi dan PWI Kabupaten Sukabumi dapat terus berlanjut, karena kerja sama ini sangat strategis dan Baznas memerlukan publikasi yang maksimal dalam berbagai konteks, terlebih yang berkaitan dengan ZIS, dari mulai pelaporan, pelaksanaan, pendistribusian dan pendayagunaan.
“Manakala hal-hal itu terpublikasikan dengan baik oleh rekan-rekan wartawan, maka diyakini kepercayaan masyarakat akan semakin meningkat, atas kinerja-kinerja Baznas Kabupaten Sukabumi dalam mengelola Zakat Infaq Shodaqoh, terutama dalam konteks penyaluran baik itu pendistribusian maupun pendayagunaan,” imbuhnya.
Selain itu Kamal juga menambahkan, “Santunan yang di berikan hari ini meskipun jumlahnya belum bisa besar, namun Insya Allah akan bermanfaat bagi anak-anak yatim yang disantuni,” tutupnya. (**)











