Breaking News

Pasca-Kebakaran Pasar Surade Sukabumi: Disdagin Matangkan Opsi Pemulihan Ekonomi

Kondisi sembilan kios di Pasar Rakyat Surade Kampung Cihideung RT 14/04, Kelurahan/Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Pasca-Kebakaran pada Rabu (30/9) lalu. (Foto: istimewa)

 

FOKUSMEDIANEWS.COM, SUKABUMI – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Sukabumi bergerak cepat mematangkan opsi pemulihan ekonomi bagi para pedagang terdampak kebakaran hebat di kawasan Pasar Rakyat Surade. Langkah ini diambil setelah instansi terkait merampungkan pendataan pasca-insiden yang menghanguskan sembilan kios di Kampung Cihideung RT 14/04, Kelurahan/Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, pada Rabu (30/9) siang lalu.

Pemerintah daerah menaksir total kerugian materiil akibat amukan si jago merah tersebut menembus angka Rp1 miliar lebih. Meski dipastikan tidak ada korban jiwa, seluruh bangunan ruko permanen yang dihuni pedagang sayur, daging, kelontong, hingga penggilingan bakso dilaporkan mengalami rusak berat dan rata dengan tanah, sehingga sama sekali tidak dapat digunakan kembali.

Baca Juga :   Terangi Hati Sesama: PLN Sukabumi Salurkan Sembako untuk Puluhan Warga Giri Mukti

Kepala UPTD Pasar Surade Disdagin Kabupaten Sukabumi, Mulyadi, menjelaskan bahwa secara administratif status tanah tempat berdirinya sembilan kios tersebut merupakan lahan pribadi milik warga yang sudah bersertifikat. Namun, karena lokasinya berada tepat di dalam lintasan area pasar, Disdagin tetap mengambil peran aktif untuk merumuskan opsi pemulihan.

“Kios yang terdampak itu merupakan milik pribadi dan dibangun di atas lahan pribadi bersertifikat. Namun, lokasinya memang berada di dalam lintasan kawasan area Pasar Surade. Saat ini fokus kami adalah mematangkan opsi terbaik agar urat nadi ekonomi para pedagang tidak terputus,” ujar Mulyadi, dikutip dari media SU.

Baca Juga :   BPOM Kunjungi Pemkab Sukabumi, Paparkan Program Keamanan Pangan

Mulyadi membeberkan, kronologi insiden bermula sekitar pukul 13.15 WIB ketika sebagian besar pedagang sudah meninggalkan lokasi lantaran jam operasional Pasar Surade umumnya berlangsung dari subuh hingga pukul 12.00 WIB. Api pertama kali muncul disertai kepulan asap tebal yang dengan cepat merambat ke bangunan di sisi kanan dan kiri.

“Dugaan sementara penyebab kebakaran karena korsleting listrik di salah satu bangunan. Api kemudian dengan cepat membesar dan merambat ke kios-kios yang ada di sampingnya. Kerugian total ditaksir mencapai Rp1 miliar lebih karena sembilan kios habis dan saat ini tidak bisa lagi digunakan untuk aktivitas berjualan,” jelas Mulyadi.

Baca Juga :   Sekda Kabupaten Bogor Berharap KORPRI Jadi Garda Terdepan Pengawal Reformasi Birokrasi

Menyikapi hilangnya tempat usaha para pedagang, Disdagin Kabupaten Sukabumi saat ini tengah mengkaji beberapa formula strategis. Mengingat APBD tidak dapat digunakan untuk membangun kembali fisik ruko di atas tanah privat, pemerintah daerah akan memfasilitasi koordinasi lintas sektor. Opsi yang disiapkan antara lain pendampingan penataan lapak darurat sementara di lokasi kejadian, serta pengajuan bantuan stimulus permodalan mikro melalui kemitraan perbankan daerah atau KUR.

Langkah cepat ini diharapkan dapat segera terealisasi agar para pedagang yang saat ini kehilangan mata pencaharian dapat kembali beraktivitas dan memulihkan kondisi finansial keluarga mereka. kemarin. (*/Red).