Breaking News

Milad PAKSI EXTRASS ke-55, Angkat Isu “Save Sukabumi Utara”

Persiapan kegiatan bersih-bersih sampah di sepanjang jalan wisata Pondok Halimun Desa perbwati Kecamatan Sukabumi, dalam memperingati milad PAKSI EXTRASS ke-55. (foto : fokusmedianews.co)

FOKUSMEDIANEWS. KAB SUKABUMI – Para aktivis pengiat lingkungan dan sejumlah pejabat menghadiri milad PAKSI EXTRASS ke- 55 tahun, diarea Kosim Pondok Halimun, Desa Perbawati, Kecamatan/Kabupaten Sukabumi, pada Sabtu (31/05/25).

Pejabat yang hadir diantaranya Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi, Pratesyo, Kepala Bakesbangpol Kabupaten Sukabumi, Tri Romadhono, Kepala Bakesbangpol Kota Sukabumi, Yudi Yustiawan, perwakilan Kecamatan Sukabumi, Ketua PMI Kabupaten Sukabumi, dr. Hondo Suwito, Ketua PWI Kabupaten Sukabumi, Mulya Hermawan, perwakilan PTPN, perwakilan kepolisian, Kepala Desa Perbawati dan lainnya.

Acara diawali dengan aksinyata bersih-bersih sampah sepanjang jalan wisata Pondok Halimun (PH), penanaman ratusan pohon keras diarea Kosim Camp Venture Pondok Halimun dan diskusi seputar lingkungan.

Ketua PAKSI EXTRAS Sukabumi Raya, Fajar Febriansyah mengungkapkan, pada milad ke 55 ini mengusung tema “Save Sukabumi Utara”. Dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan memanimalisir terjadinya bencana, khususnya di Wilayah Sukabumi Utara.

Baca Juga :   Bupati Sukabumi Berharap Mitra Cai Bersinergi Jaga Stabilitas Ketahanan Pangan

“Hal ini dilakukan sebagai upaya membangun kepedulian masyarakat terhadap lingkungan dan mendorong partisipasi aktif dalam menjaga alam,” terangnya.

Menurut Fajar, kerusakan lahan titik terparah di sepanjang Wilayah PTPN Regional 1 dimana yang tadi nya lahan produksi kebun teh, kini menjadi alih fungsi bukan lagi lahan produksi, tentunya permasalahan ini harus menjadi pusat perhatian kita semua,” ungkapnya.

Penanaman pohon dalam rangkaian kegiatan Milad PAKSI EXTRASS ke-55. (foto : Avhes/fokusmedianews.co)

“Sejatinya dengaan adanya aksi penanaman pohon ini mengingatkan kepada siapapun, termasuk masyarakat pengarap lahan di PTPN, agar peduli menjaga dan melestarikan alam, bukan hanya untuk kepentingan sesaat saja. Dengan kondisi dan situasi perubahan alam saat ini juga harus menjadi perhatian pemerintah,” ujarnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi, Prasetyo, menyampaikan rasa bangga bisa menghadiri milad PAKSI EXTRASS ke- 55 tahun. Menurutnya, usia yang cukup tua sebagai penggiat lingkungan di Sukabumi.

“Saya mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh Paksi. Semoga bisa terus menjaga eksistensi kepedulian terhadap lingkungan,” ucapanya.

Baca Juga :   Open Desa Kembangkan OpenSID, Manfaatkan Teknologi Informasi Untuk Ciptakan Desa Cerdas

Prasetyo menjelaskan, kondisi Sukabumi Utara saat ini berbeda dengan beberapa tahun kebelakang. Maka tema yang diangkat Save Sukabumi Utara, sangat menarik. Ini memiliki makna dan konsekwensi yang harus ditindak lanjuti oleh semua pihak.

“Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi, khususnya Dinas Lingkunga Hidup (DLH), akan terus mengantisipasi kondisi yang berkembang di semua Wilayah Kabupaten, termasuk Wilayah Sukabumi Utara. Kelestarian alam dan keseimbangan lingkungan harus kita dijaga bersama,” ucapnya.

Prasetyo menambahkan, pihaknya akan membuat kajian dan roadmap. Kemudian dibuatkan regulasi sebagai pegangan bersama dalam menata wilayah Sukabumi Utara dari hulu sampai hilir.

“Harus dibuatkan regulasi sebagai pijakan bersama. Seperti, bagaimana di wilayah ini tidak boleh ada bangunan permanen. Aturan ini penting sebagai upaya menjaga kelestarian dan keseimbangan lingkungan,” ungkap Prasetyo.

Diskusi tentang Upaya Melestrikan Lingkungan dalam rangkaian Milad PAKSI EXTRASS ke- 55, dihadiri Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi, Prasetyo dan Narasumber lainnya.  (foto : Budiyanto/FMN)

Dibagian lain ia menegaskan, yang harus dipikirkan bukan hanya limbah saja, tetapi juga air yang penting untuk kehidupan. Kita harus memperhitungkan, bagaimana ketersediaan air itu tetap terjaga, ditopang pula dengan resapan air yang baik. “Begitupun disaat air melimpah (berlebihan) tidak menimbuklkan bencana dihilir, karena penataan lingkungannya yang baik,” katanya.

Baca Juga :   Pemkab Bogor Bersama Forkopimda dan Unsur Masyarakat, Kompak Kendalikan Inflasi Daerah

Kepala DLH juga menambahkan, dalam pembangunan berwawasan lingkungan tidak hanya memikirkan keuntungan secara ekonomi, tetapi perlu dipikirkan faktor ekologinya yang berkesinambungan. Karena harus ada keseimbangan atau interaksi yang baik antara makhluk hidup dengan lingkungannya. “Disini ada kesmen area yang harus dijaga dan ditata dengan baik,” tambahnya.

Di wilayah PTPN Regional I, menurut Prasetyo, terdapat lahan seluas 350 hektare yang perlu penanganan. Ini akan dihijaukan kembali atau di konservasi.

“Untuk terlaksananya gerakan tersebut kita akan coba melibatkan perusahaan yang tergabung dalam Forum CSR dengan tema Kebencanaan dan Lingkungan, bagai mana program penghijauan bisa terlaksan dengan baik,” pungkasnya. (**/ANz)