FOKUSMEDIANEWS.COM, SUKABUMI – Kepala Dinas Perdagangan dan Industri (Disdagin) Kabupaten Sukabumi, Dani Tarsoni, ST., MT., menyebutkan ada 24 ribu Industri Kecil Menengah (IKM) di Kabupaten Sukabumi. Dari jumlah itu, terdapat 29 IKM unggulan, yang memiliki produk berkualitas tinggi, daya saing kuat dan memiliki nilai lebih dibanding IKM lainnya.
“Kami terus melakukan pembinaan terhadap IKM yang ada di Kabupaten Sukabumi, agar terus berkembang dan menjadi IKM Unggulan. Ini penting, karena IKM merupakan penyumbang yang cukup siginifikan terhadap PDRB (Produk Domestik Regional Bruto-red) suatu daearh,” ujar Dani Tarsoni kepada fokusmedianews, saat ditemui di Kantor Disdagin pada Jumat (17/10/2025).
Sejauh ini banyak IKM unggulan di Kabupaten Sukabumi yang berhasil di pasar regional, nasional bahkan menembus pangsa pasar eksport. Dani mencotohkan, sektor IKM idustri logam diantaranya LIK (Lingkungan Industri Kecil) di Cibatu, IKM Batu Aji yang sempat buming, IKM olahan seperti kue mochi, kue ali, minuman pala, termasuk kripik singkong dan tempe yang sudah bisa menembus eksport.
“Dari proyeksi yang kita amati Alhamdulillah cukup banyak perkembangannya. Baru saja minggu kemarin kita melakukan launching dengan Menteri UMKM yaitu eksport keripik singkong Yammy Babeh ke Brunei dan sebelumnya kita juga eksport keripik tempe ke Jeddah Arab Saudi. Masih ada IKM unggulan lainnya yang memiliki nilai jual tinggi dan bisa memperluas pangsa pasarnya,” jelasnya.
Berkaitan dengan kehadiran infrastruktur jalan tol terhadap peluang pengembangan IKM di Kabupaten Sukabumi, Dani Tarsoni memandang sebagai peluang yang luar biasa. Diharapkan peluang ini bisa dimanfaatkan secara optimal oleh para pelaku IKM.
Askes tol yang nanti akan tembus ke Sukabumi, menurut Dani, akan banyak memberikan dukungan untuk perkembangan kemajuan Sukabumi, Termasuk bagi pekaku IKM, yang harus didorong untuk mengoptimalkan peluang baik ini.
“Saya melihatnya sebagai peluang yang bisa dioptimalkan. Misalnya, tol akan memberikan kemudahan untuk berkunjung ke Sukabumi dan sebaliknya. Nah para pengunjung itu pasti butuh tenpat-tempat singgah, umpamanya untuk membeli oleh-oleh atau lainnya. Maka para palaku IKM kita harus bisa hadir dengan menawarkan produk unggulan yang memiliki daya saing kuat dan daya jual tinggi,” ucapnya. (*/Din)











