FOKUSMEDIANEWS.COM, SUKABUMI – Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) resmi memulai rekonstruksi jalan pada ruas Cisaat–Situgunung, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi. Proyek ini bertujuan untuk memperbaiki infrastruktur transportasi demi mendongkrak konektivitas ke kawasan wisata unggulan.
Kepala UPTD PU Wilayah Sukabumi, Yayat Suryatman, S.T., mengungkapkan bahwa target penanganan rekonstruksi jalan ini mencakup panjang 375 meter dengan lebar 4,8 meter. Pihaknya optimistis perbaikan ini akan membawa dampak positif yang signifikan bagi masyarakat.
“Terima kasih kami sampaikan kepada Bapak Bupati dan Kepala Dinas PU beserta jajaran atas pelaksanaan kegiatan rekonstruksi jalan ini,” ujar Yayat Suryatman.
Ia menambahkan, “Penguatan infrastruktur jalan Cisaat–Situgunung ini diharapkan bisa menumbuhkan perekonomian warga, termasuk menambah jumlah kunjungan wisatawan ke destinasi wisata di wilayah tersebut.”
Meningkat Ekonomi Warga

Kawasan Situ Gunung selama ini dikenal sebagai salah satu motor penggerak ekonomi terbesar di Kabupaten Sukabumi. Meski objek wisata utama seperti Danau Situ Gunung dan Jembatan Gantung (Suspension Bridge) secara administratif lebih banyak masuk ke wilayah Kecamatan Kadudampit, wilayah Cisaat memiliki peran vital. Cisaat berfungsi sebagai pintu gerbang utama, penyangga logistik, dan pusat hilirisasi ekonomi dari aktivitas wisata tersebut.
Potensi perekonomian yang tumbuh subur di wilayah Situ Gunung dan area penyangganya di Kecamatan Cisaat meliputi industri pariwisata dan jasa kreatif. Di antaranya adalah penyediaan akomodasi seperti homestay, penginapan, vila, hingga area glamping (glamorous camping) yang memanfaatkan udara sejuk kaki Gunung Gede Pangrango.
Selain itu, geliat ekonomi juga didukung oleh jasa transportasi lokal serta sentra UMKM dan kuliner. Para pelaku usaha aktif menjual aksesori, cenderamata khas Sunda, hingga pakaian bertema Situ Gunung, baik di gerbang masuk maupun di gerai UMKM Cisaat.
Dengan potensi ekonomi yang luar biasa tersebut, penyediaan infrastruktur jalan yang mantap menjadi kebutuhan mutlak. Perbaikan ini diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga, memangkas waktu tempuh, dan mempercepat laju pertumbuhan ekonomi daerah. (Red)











