FOKUSMEDIANEWS.COM, SUKABUMI – Empat trayek angkutan pedesaan (Angdes) di wilayah Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, kini berada di ujung tanduk. Hanya tersisa tiga unit kendaraan yang masih setia melayani jalur Sukaraja menuju Cijember, Cienggang, dan Ciguha.
Kondisi infrastruktur yang memprihatinkan menjadi penghambat utama. Medan jalan yang rusak parah dan dipenuhi bebatuan tajam harus dilalui setiap hari oleh para sopir yang bertahan di jalur pelosok ini.
Salah satu yang ikonik adalah “The Legend”, sebuah Elf keluaran tahun 1996. Meski sudah berusia hampir tiga dekade, mobil yang sudah modifikasi ini tetap menjadi tulang punggung mobilitas warga Sukaraja – Ciguha.
Sopir Elf “The Legend” yang sudah berpengalaman mengemudi selama lebih dari 30 tahun, Ujang (56), menyebutkan beberapa tahun terakhir adalah masa tersulit akibat gempuran modernisasi, angkutan kendaraan pribadi dan kendaraan travel.
“Kami mengalami krisis. Gempuran kendaraan pribadi dan travel, baik legal maupun ilegal, masuk hingga ke depan rumah warga,” ujar Ujang saat ditemui di kantornya, Kamis (26/3/2026).
Layanan jemput bola dari travel gelap membuat angdes kian tersisihkan. Hal ini diperparah dengan akses jalan menuju desa yang tidak kunjung diperbaiki sejak lama, sehingga biaya perawatan mobil membengkak.
Bahkan, momen Lebaran 1447 Hijriyah tahun ini tidak membawa angin segar. Ujang menyebutkan bahwa tidak ada lonjakan penumpang sama sekali pada periode mudik dan balik kali ini.
“Momen Lebaran bagi Angdes tidak lagi ada lonjakan satu persen pun. Digitalisasi dan travel gelap telah mengubah peta rezeki kami,” tambahnya dengan nada getir.
Saat ini, angdes hanya mengandalkan pelanggan tetap yang membawa hasil bumi. “Alhamdulillah masih bertahan, namun hanya membawa pelanggan tetap yang mengangkut sayuran, buah, dan barang,” jelas Ujang.
Ia berharap pemerintah segera bertindak tegas menertibkan travel gelap dan memperbaiki jalan. “Perbaikan infrastruktur adalah kunci keberlangsungan hidup angdes dan ekonomi warga,” tandasnya.
Di sisi lain, Kasubag TU UPTD Dishub Sukaraja, Aan Jaelani, mengakui bahwa kondisi jalan menuju Cijember, Ciguha, dan Cienggang memang sangat memprihatinkan dan membutuhkan perbaikan segera.
“Sesuai aspirasi warga, kami berharap akses jalan tersebut segera dibangun untuk memudahkan mobilitas, terutama saat momen penting seperti Ramadhan dan Lebaran,” pungkas Aan Jaelani.
Kondisi angkutan desa di Sukabumi kian terpuruk akibat kerusakan infrastruktur dan persaingan travel gelap, menuntut perhatian pemerintah terkait perbaikan jalan dan penertiban moda transportasi. (* Iwan)










