FOKUSMEDIANEWS.COM, DEPOK – Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama pemerintah kabupaten dan kota tengah mematangkan rencana pengembangan Bus Rapid Transit (BRT) Provinsi untuk memperkuat konektivitas transportasi massal antardaerah. Jaringan transportasi publik ini dirancang terintegrasi guna menghubungkan wilayah Kabupaten Bogor, Kota Bogor, hingga Kota Depok.
Rencana strategis tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi (Rakor) antara Pemprov Jabar dengan pemerintah daerah yang berlangsung di Balai Kota Depok, Rabu (7/10/2026). Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyatakan bahwa koordinasi lintas wilayah sangat krusial agar perencanaan sistem transportasi massal ini berjalan selaras dan terintegrasi penuh. Pembahasan mendalam mengenai teknis dan rencana program BRT Provinsi ini dijadwalkan berlanjut pada November 2026 mendatang di Kota Bogor.
Pembahasan BRT pada bulan depan tersebut akan dirangkai dengan sejumlah agenda besar di Kota Bogor. Beberapa di antaranya meliputi peresmian trase baru Jalan Saleh Danasasmita di Batutulis serta upacara penutupan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat.
Selain sektor transportasi, rakor tersebut juga menghasilkan komitmen baru di bidang pelayanan kesehatan. Pemerintah daerah dan pihak rumah sakit sepakat untuk memprioritaskan penanganan medis awal bagi pasien gawat darurat, khususnya korban kecelakaan dan tindakan kejahatan. Melalui kebijakan ini, pasien kritis dimungkinkan langsung menerima tindakan penyelamatan darurat terlebih dahulu tanpa harus terhambat oleh kendala administratif.
Pertemuan lintas daerah ini turut membahas berbagai program penguatan pelayanan publik lainnya, mulai dari peningkatan mutu pendidikan, perluasan cakupan asuransi ketenagakerjaan, hingga optimalisasi kepatuhan pajak penghasilan melalui Nomor Identitas Tempat Kegiatan Usaha (NITKU). Pemerintah Kota Bogor menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan Pemprov Jabar guna memastikan seluruh program integrasi ini dapat berjalan selaras dengan kebutuhan riil masyarakat. (*/Red)











