FOKUSMEDIANEWS.COM, SUKABUMI – Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) DPRD Kabupaten Sukabumi mendorong penguatan ekonomi berbasis desa sebagai strategi utama untuk menekan ketergantungan fiskal daerah terhadap pemerintah pusat dalam RAPBD Tahun Anggaran 2027. Salah satu terobosan yang diusulkan adalah mengintegrasikan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kawasan Desa Mandiri Pangan (KDMP), dan Koperasi Desa Merah Putih ke dalam satu ekosistem ekonomi lokal yang produktif.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh juru bicara Fraksi Gerindra, Hera Iskandar, dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Sukabumi, Kamis (1/10/2026).
Gerindra menilai, program MBG harus mampu menjadi stimulus bagi perputaran ekonomi di tingkat bawah. Melalui pelibatan koperasi desa, komoditas pangan untuk program tersebut dapat dipasok langsung oleh para petani, peternak, dan nelayan lokal di Kabupaten Sukabumi.
“Koperasi desa diharapkan dapat berperan dalam rantai pasok program MBG sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan oleh berbagai pelaku usaha lokal,” ujar Hera.
Untuk mendukung ketahanan pangan tersebut, Gerindra juga mendesak optimalisasi anggaran sektor irigasi guna mendukung pembukaan sawah-sawah baru di wilayah pedesaan.
Soroti Lonjakan Anggaran Infrastruktur
Selain fokus pada ekonomi desa, Fraksi Gerindra yang dipimpin oleh Teddi Setiadi ini turut menyoroti pos belanja daerah, khususnya Belanja Modal untuk jalan, jaringan, dan irigasi yang melonjak signifikan sebesar 57,28 persen menjadi Rp288,27 miliar.
Mengingat besarnya alokasi tersebut, Gerindra meminta Pemerintah Kabupaten Sukabumi memperketat pengawasan proyek fisik di lapangan guna memastikan kualitas konstruksi jangka panjang dan transparansi pengadaan.
Sebagai langkah taktis, Gerindra merekomendasikan kepada Bupati dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk segera melaksanakan lelang dini (early tender) pada Triwulan I 2027 setelah evaluasi gubernur rampung. Langkah ini dinilai krusial untuk menghindari keterlambatan pengerjaan fisik dan mencegah potensi tunda bayar di akhir tahun anggaran. (*/Red)











