Breaking News

Festival Bonsai Nasional 2026 di Sukabumi Masuk Agenda Utama Hari Jadi Kabupaten

Festival Bonsai tahun 2022 di Gelanggang Cisaat Kabupaten Sukabumi. (Foto: ist) 

FOKUSMEDIANEWS.COM, SUKABUMI – Persiapan menyambut Festival dan Pameran Bonsai Sukabumi 2026 terus dikebut. Istimewanya, gelaran seni tanaman kerdil berskala nasional ini secara resmi telah masuk ke dalam agenda utama perayaan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) 2026.

Menjelang pembukaan resmi pada 19 September 2026 mendatang, Pemerintah Kabupaten Sukabumi menggelar rapat koordinasi intensif di Aula Kantor Jampangtengah guna mematangkan kesiapan acara. Pertemuan strategis ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sukabumi, Pemerintah Kecamatan Jampangtengah selaku tuan rumah, pengurus Rumah Bonsai Indonesia (RUBI) Cabang Sukabumi, serta perwakilan dinas terkait. Langkah ini semakin solid berkat dukungan penuh dari Bank BJB sebagai sponsor utama.

Bagi para pencinta bonsai yang ingin berkompetisi, pendaftaran peserta kini telah resmi dibuka. Panitia mengimbau para pebonsai untuk segera bersiap menyerahkan pohon terbaik mereka. Agenda penyerahan fisik tanaman akan dimulai pada Senin, 14 September 2026, bertempat di lokasi utama acara, yaitu Alun-alun Bojonglopang, Kecamatan Jampangtengah.

Baca Juga :   RUBI Sukabumi Gelar Festival Bonsai, Bupati Berharap Dilaksanakan Secara Rutin

Dukungan penuh datang dari pihak kewilayahan. Camat Jampangtengah, Ichsan Muchlis Sani, menyatakan bangga atas terpilihnya Alun-alun Bojonglopang sebagai pusat kegiatan. Ia menegaskan bahwa pihak kecamatan dan seluruh elemen masyarakat mendukung penuh event nasional ini.

“Kami berharap manfaat ekonomi dan kreativitas dari festival ini dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Jampangtengah, baik dari sektor UMKM, penginapan, hingga pengrajin lokal,” tutur Ichsan.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, H. Ali Iskandar, mengajak seluruh lapisan masyarakat dan pemangku kepentingan untuk bersinergi.

“Kami mengajak semua pihak, baik dari pemerintahan maupun swasta, untuk mendukung agar kegiatan ini sukses. Kehadiran para pebonsai dari berbagai daerah tidak hanya mendongkrak sektor pariwisata, tetapi juga memberikan dampak multiplikasi (multiplier effect) yang luar biasa bagi perputaran ekonomi dan agrobisnis masyarakat Sukabumi,” ujar H. Ali Iskandar.

Ketua RUBI Cabang Sukabumi, Wahyu Kurniawan, menambahkan bahwa festival bertajuk “Merdeka dalam Berkarya, Ngahiji Wujudkan Sukabumi Mubarakah sebagai Poros Bonsai Indonesia” ini terdiri dari dua pilar utama, yaitu lomba dan pameran sebagai ruang kompetisi yang sehat.

Baca Juga :   Taufiq Optimis Pertumbuhan Ekonomi Jabar Terjaga

Secara teknis, panitia telah menetapkan jadwal resmi festival sebagai berikut:

14 – 17 September 2026: Penyerahan dan penerimaan pohon bonsai dari para peserta di Alun-alun Bojonglopang (penerimaan ditutup pada 17 September).

18 September 2026: Proses penilaian dan penjurian intensif oleh tim juri gabungan nasional dan lokal secara objektif.

19 September 2026: Puncak acara yang diisi dengan pameran umum, pengumuman pemenang, serta penyerahan hadiah.

Puncak kegiatan pada 19 September 2026 dipastikan berlangsung meriah karena menjadi salah satu titik pemberhentian penting dalam rangkaian HJKS, yaitu agenda touring dinas bertajuk “Ngalongok Dulur Salembur”.

Pada hari puncak tersebut, Bupati Sukabumi H. Asep Japar dijadwalkan hadir langsung untuk melakukan prosesi gunting pita didampingi oleh Presiden RUBI Pusat, Prof. Zudan Arif Fakrulloh. Selain membuka pameran, Bupati bersama Prof. Zudan akan menyerahkan hadiah kepada para pemenang lomba, dilanjutkan dengan tradisi penancapan bendera kemenangan di atas media tanam bonsai peraih juara utama.

Baca Juga :   Hari Nelayan Minajaya ke-14, Bupati Sukabumi Ajak Bangkitkan Ekonomi Pesisir

Momentum emas ini juga akan diisi dengan peluncuran buku eksklusif berjudul “Bonsai: Karya Seni dan Investasi” karya Achmad Zazuli, yang mengulas potensi nilai ekonomi dan estetika tinggi dari budidaya bonsai. Dipilihnya Alun-alun Bojonglopang Jampangtengah sebagai pusat festival sangat selaras dengan tema besar perayaan HJKS tahun ini, yaitu “Ngalongok Dulur Salembur: Ngaboseh sa-Jalur, Ngaraksa Lembur.”

Istilah “Ngalongok dulur salembur” sendiri memiliki arti mengunjungi kerabat serumpun di pedesaan. Melalui tema ini, peserta touring yang terdiri dari jajaran komunitas, Forkopimda, dan masyarakat luas tidak diposisikan sekadar sebagai pelancong biasa. Lebih dari itu, mereka hadir sebagai saudara yang “pulang kampung” untuk membawa kebermanfaatan nyata, meninjau roda pembangunan daerah, serta aktif memajukan potensi lokal, khususnya di sektor pariwisata dan agrobisnis tanaman bonsai. (*/red)