Breaking News

Pulihkan Akses Warga, Dandim 0622/KS Resmikan Jembatan Merah Putih Cihujung

Komandan Kodim (Dandim) 0622/Kabupaten Sukabumi, Letkol Inf Agung Ariwibowo, S.Hub.Int., meresmikan Jembatan Merah Putih Cihujung, Rabu (19/8/2026). Foto: Sok FKIP Kab Sukabumi

FOKUSMEDIANEWS.COM, SUKABUMI – Setelah sempat terputus akibat diterjang banjir, akses penghubung masyarakat di wilayah Cihujung, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, kini kembali terbuka. Jembatan Merah Putih Cihujung yang menghubungkan Kampung Naringgul, Desa Karangpapak, dengan Kampung Sukamanah, Desa Cikelat, resmi kembali digunakan masyarakat.

Peresmian jembatan dilakukan Komandan Kodim (Dandim) 0622/Kabupaten Sukabumi Letkol Inf Agung Ariwibowo, S.Hub.Int., Rabu (19/8/2026).

Kembalinya fungsi jembatan tersebut disambut antusias warga. Sebelumnya, kerusakan akibat banjir membuat aktivitas masyarakat terganggu, termasuk akses menuju sekolah, kebun, serta jalur mobilitas harian warga.

Dandim 0622/Kabupaten Sukabumi Letkol Inf Agung Ariwibowo mengatakan, pembangunan kembali Jembatan Cihujung merupakan bentuk kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya warga yang membutuhkan akses penghubung antarkampung.

“Alhamdulillah, hari ini kita dapat meresmikan Jembatan Cihujung. Jembatan ini sebelumnya rusak akibat bencana banjir dan sekarang sudah kembali bisa dimanfaatkan masyarakat,” ujar Agung.

Baca Juga :   Peringatan Hari Juang Siliwangi 2025 Tingkat Kabupaten Sukabumi, Dandim 0622/KS: Momentum Perkuat Semangat Cinta Tanah Air

Ia menyebut, keberadaan jembatan tersebut memiliki nilai strategis bagi warga karena bukan hanya menghubungkan dua wilayah, tetapi juga memperlancar berbagai aktivitas masyarakat.

“Ini sangat penting untuk masyarakat. Anak-anak sekolah bisa lebih mudah beraktivitas, masyarakat yang memiliki kebun juga tidak perlu lagi memutar melalui jalur lain,” katanya.

Menurut Agung, pembangunan jembatan juga tidak terlepas dari dukungan dan gotong royong masyarakat. Keterlibatan warga menjadi bagian penting dalam proses pembangunan hingga fasilitas tersebut dapat kembali dimanfaatkan.

Ia berharap keberadaan Jembatan Merah Putih Cihujung dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang dan mampu mendukung aktivitas sosial maupun perekonomian masyarakat.

Baca Juga :   Kebakaran di Pabuaran Sukabumi, Satu Rumah Warga Hangus

Namun demikian, Agung meminta warga tidak menggunakan jembatan secara berlebihan. Ia mengingatkan agar kendaraan yang melintas memperhatikan kapasitas serta ketentuan beban yang telah ditetapkan.

“Jangan sampai karena penggunaannya tidak sesuai aturan, jembatan ini justru cepat mengalami kerusakan. Kendaraan harus bergantian dan tidak boleh melebihi batas beban,” tegasnya.

Agung juga mengajak seluruh masyarakat menjadikan jembatan tersebut sebagai fasilitas bersama yang harus dirawat dan dijaga.

“Jembatan ini dibangun untuk masyarakat. Karena itu, mari kita rawat bersama. Kalau digunakan sesuai aturan dan dijaga, insyaallah manfaatnya bisa dirasakan dalam waktu yang panjang,” ungkapnya.

Di sisi lain, Jamaludin, salah seorang perwakilan masyarakat, mengaku bersyukur karena akses yang sebelumnya terganggu kini kembali normal.

“Kami sangat senang dan bersyukur. Jembatan ini memang sangat dibutuhkan warga. Terima kasih kepada seluruh pihak yang sudah membantu, terutama Bapak Presiden, Bapak Dandim, Danramil, Babinsa, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta masyarakat yang ikut bergotong royong,” tutur Jamaludin.

Baca Juga :   Tingkatkan Etos Kerja Lewat Spiritual: Sekda Ade Suryaman Pimpin Pengajian Perdana MTA di Lingkungan Setda

Ia berharap jembatan tersebut dapat menjadi akses yang terus memberikan manfaat bagi masyarakat Kampung Naringgul dan Kampung Sukamanah.

Peresmian Jembatan Merah Putih Cihujung turut dihadiri Danramil 2201/Cisolok, Kapolsek Cisolok, Kasi Pemerintahan Kecamatan Cisolok, Kepala Desa Karangpapak, Kepala Desa Cikelat, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta warga setempat.

Dengan kembali berfungsinya jembatan tersebut, aktivitas masyarakat di kedua wilayah diharapkan semakin lancar dan akses warga terhadap berbagai kebutuhan, termasuk pendidikan dan kegiatan ekonomi, dapat kembali berjalan tanpa hambatan. (*)