FOKUSMEDIANEWS.COM, SUKABUMI – Kebakaran lahan terjadi di kawasan perbukitan Kampung Cipeundeuy, RT 002/004, Desa Sangrawayang, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Jumat (24/7/2026) malam. Kobaran api yang membesar terlihat jelas dari wilayah Palabuhanratu sehingga menarik perhatian warga.
Cahaya api yang menyala di lereng perbukitan sempat membuat sejumlah warga penasaran. Banyak di antaranya mempertanyakan sumber kobaran api yang tampak dari kejauhan dan terlihat cukup mencolok di tengah kondisi malam.
Berdasarkan laporan sementara, kebakaran terjadi sekitar pukul 19.05 WIB. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar satu hektare. Lahan yang terbakar merupakan kawasan perbukitan dengan vegetasi kering yang mudah terbakar pada musim kemarau.
Dinas Pemadam Kebakaran melalui Pos Sektor 1 Palabuhanratu langsung menerjunkan satu unit armada beserta personel ke lokasi. Hingga Jumat malam, petugas masih melakukan upaya pemadaman sekaligus mengantisipasi agar api tidak merambat ke area yang lebih luas.
Danpos Damkar Sektor 1 Palabuhanratu, Aceng Ismail, mengatakan penyebab pasti kebakaran masih belum dapat dipastikan. Dugaan sementara, api berasal dari aktivitas pembakaran yang kemudian merambat ke lahan di sekitarnya.
“Kami masih melakukan penanganan di lokasi. Anggota masih bersiaga karena api belum sepenuhnya dapat dipastikan padam. Dugaan sementara berasal dari pembakaran biasa, namun penyebab pastinya masih dalam penyelidikan,” kata Aceng Ismail kepada Fokusmesianews. com, Jumat ( 24/7 ).
Menurutnya, proses penanganan di lapangan terkendala akses menuju titik kebakaran yang berada di kawasan perbukitan dengan kondisi jalan berkelok, sehingga membutuhkan kehati-hatian dalam mobilisasi personel dan peralatan.
Sementara itu, hingga laporan sementara diterima, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Nilai kerugian akibat kebakaran juga masih dalam pendataan.
Petugas mengimbau masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, mengingat musim kemarau membuat vegetasi menjadi sangat kering dan rentan memicu kebakaran yang sulit dikendalikan. (**)











