Breaking News

Ayep Zaki Pastikan Betonisasi Jalan Prana Miliki Daya Tahan Lebih Lama dari Aspal

Wali Kota Sukabumi H.Ayep Zaki saat meninjau langsung pelaksanaan betonisasi Jalan Prana, Kota Sukabumi, Rabu (22/07/2026). Foto: Dokpim

FOKUSMEDIANEWS.COM, KOTA SUKABUMI – Arah kebijakan pembangunan infrastruktur Kota Sukabumi ke depan akan lebih mengutamakan penggunaan konstruksi beton (rigid pavement) yang dinilai memiliki daya tahan lebih lama dibandingkan aspal.

“Setiap pembangunan jalan harus mengedepankan kualitas, mulai dari ketebalan hingga tingkat kekuatan beton yang disesuaikan dengan fungsi dan beban lalu lintas pada masing-masing ruas jalan,” ungkap Wali Kota Sukabumi H.Ayep Zaki saat meninjau langsung pelaksanaan betonisasi Jalan Prana, Kota Sukabumi, Rabu (22/07/2026).

Wali Kota Sukabumi yang didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Sukabumi beserta jajaran itu mengatakan, peninjauan yang dilakukannya itu untuk memastikan kualitas pembangunan infrastruktur sesuai standar, dengan mengedepankan konstruksi beton yang lebih kuat, tahan lama, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Baca Juga :   BSI Serahkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana di Kecamatan Cisolok Sukabumi

“Ini merupakan komitmen Pemerintah Kota Sukabumi untuk menuntaskan pembangunan infrastruktur secara bertahap dengan mengedepankan kualitas, transparansi, dan akuntabilitas,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ayep juga mengingatkan seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan proyek agar bekerja sesuai spesifikasi dan menjaga mutu pekerjaan sehingga tidak menimbulkan temuan di kemudian hari.

“Pembangunan infrastruktur yang berkualitas diharapkan menjadi fondasi dalam mendukung pelayanan publik, meningkatkan konektivitas, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Kota Sukabumi,” papar Ayep.

Selain jalan, Wali Kota juga mendorong peningkatan kualitas pembangunan trotoar dengan menggunakan sistem pengecoran seperti yang diterapkan di sejumlah ruas jalan utama di Jakarta.

Baca Juga :   Selama 8 Tahun, Warga Cikangkung Kumpulkan Uang Koin Hingga Rp. 80 Juta

Langkah tersebut dilakukan agar infrastruktur yang dibangun memiliki usia pakai lebih panjang, lebih kuat, dan mampu memberikan kenyamanan bagi masyarakat dalam jangka waktu yang lama.

Putra daerah asli Sukabumi itu menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur menjadi salah satu prioritas utama Pemerintah Kota Sukabumi, di samping penanganan stunting, pengentasan kemiskinan ekstrem, serta penurunan angka pengangguran.

Untuk mendukung percepatan pembangunan tersebut, pemerintah menyiapkan berbagai skema pembiayaan melalui Pendapatan Asli Daerah (PAD), dukungan pemerintah pusat dan provinsi, serta rencana pembiayaan dari PT (PT SMI).

Baca Juga :   Kalemdiklat Polri Lantik 1.252 Perwira Polri di Sukabumi

Pada kesempatan itu, Wali Kota juga memberikan peringatan tegas kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan proyek, mulai dari perencana, pelaksana, hingga konsultan pengawas agar menjaga kualitas pekerjaan sesuai spesifikasi.

“Tidak boleh ada temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait kekurangan volume maupun penyimpangan pekerjaan. Apabila ditemukan pelanggaran, pemerintah akan memberikan sanksi tegas, termasuk memasukkan kontraktor ke dalam daftar hitam (blacklist),” tukasnya.

Wali Kota berharap seluruh pembangunan infrastruktur di Kota Sukabumi dapat dilaksanakan secara profesional, transparan, dan berkualitas sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang serta menjadi investasi pembangunan yang berkelanjutan bagi Kota Sukabumi.(*)