Breaking News

Kolaborasi PMI dan Palang Merah Jepang:  Gelar Pelatihan Penyelamatan Darurat bagi Warga Rawan Bencana

Pelatihan pertolongan pertama bagi warga di wilayah rawan bencana Kabupaten Sukabumi, yang digelar oleh PMI dan Japanese Red Cross Society/Palang Merah Jepang. (Foto: Dok Diskominfo)

FOKUSMEDIANEWS.COM, SUKABUMI – Memperingati Hari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Sedunia (RCRC Day) 2026, Palang Merah Indonesia (PMI) bersinergi dengan Japanese Red Cross Society (JRCS) menggelar pelatihan pertolongan pertama (Basic First Aid) bagi warga di wilayah rawan bencana Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (9/5/2026). Kegiatan yang mengusung tema global “United in Humanity” atau “Bersatu Demi Kemanusiaan” ini menyasar desa-desa dengan potensi risiko gempa bumi dan tsunami yang tinggi. Lokasi pelatihan tersebar di Desa Cidadap (Kecamatan Simpenan), serta Desa Cikahuripan dan Desa Cisolok (Kecamatan Cisolok).

Baca Juga :   Tingkatkan Kesiapan Pengamanan Hadapi Pemilu, 531 Personil Gabungan Terlibat Sispamkota di Sukabumi

Program Manager School and Community Resilience (SCR), Anwar Assyubali, menjelaskan bahwa edukasi ini bertujuan memperkuat ketangguhan masyarakat berbasis komunitas.

“Kegiatan ini adalah upaya nyata kami dalam memperkuat kesiapsiagaan warga di daerah rawan bencana. Kami membagi tim ke empat titik lokasi di setiap desa agar edukasi ini bisa menjangkau masyarakat lebih luas, terutama kelompok rentan,” ujar Anwar.

Baca Juga :   Bupati Sukabumi Tegaskan Penyusunan Perubahan HUA dan PPS Berdasarkan Prinsip Transparansi dan Akuntabilitas
Latihan (simulasi) pertolongan pertama (Basic First Aid) saat menghadapi bencana, yang digelar PMI dan Palang Merah Jepang di wilayah rawan bencara Kabupaten Sukabumi, Sabtu (9/5/2026).  Foto: Dok Diskominfosan

Antusiasme terlihat dari keberagaman peserta yang hadir, mulai dari pelajar, pemuda, ibu rumah tangga, hingga lansia dan relawan desa. Mereka dibekali berbagai teknik dasar penyelamatan, seperti: penanganan korban pingsan dan luka ringan, teknik evakuasi sederhana dan langkah penyelamatan awal sebelum bantuan medis tiba.

Tak hanya sekadar teori, PMI dan JRCS juga menghadirkan simulasi praktik langsung. Hal ini bertujuan agar warga tidak gagap saat menghadapi kondisi darurat yang sebenarnya.

Baca Juga :   Bima Arya : Kota Bogor Rawan Bencana, Perlu Menguatkan Kultur Warga yang Selalu Siap Siaga

Kepala Perwakilan JRCS Indonesia, Teuku Awaludin, menambahkan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk solidaritas internasional dalam kemanusiaan. Menurutnya, melalui semangat “Bersatu Demi Kemanusiaan”, kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana harus terus ditingkatkan secara berkelanjutan.

Melalui program School and Community Resilience (SCR) ini, diharapkan warga pesisir Sukabumi memiliki kemandirian dan kecepatan bertindak yang tepat saat bencana terjadi, sehingga risiko jatuh korban dapat diminimalisir. (*/Red)