Breaking News

25 Tahun Band Radja, Menjaga Takhta dan Konsistensi Musik

Foto aksi panggung Band Radja saat sukses menghipnotis puluhan ribu penggemar di Broken Versus Music Experience Festival Kota Sukabumi. (Foto: Dede Nuryana)

FOKUSMEDIANEWS.COM, SUKABUMI – Menjaga eksistensi dan kekompakan sebuah grup musik selama 25 tahun bukanlah perkara mudah. Namun, grup band legendaris Radja berhasil membuktikan taringnya dengan resmi menginjak usia perak berkarya di khazanah musik Indonesia.

Hebatnya, perayaan monumental ini tidak sekadar ditandai dengan seremoni biasa, melainkan menjadi pemantik ide besar lahirnya panggung roadshow bertajuk Broken Versus Music Experience Festival.

Tur festival emosional yang diinisiasi untuk memeriahkan perjalanan 25 tahun Radja berkarya ini direncanakan akan menyambangi 7 kota besar di Indonesia. Kota Sukabumi pun beruntung terpilih menjadi salah satu yang terpilih bahkan mengawali pentas musik penuh kemegahan tersebut.

Baca Juga :   Band Radja 'Turun Gunung', Siap Guncang Broken Versus Festival Sukabumi

Ribuan pasang mata memadati Stadion Suryakencana, Kota Sukabumi, demi merayakan langsung warisan musik band lintas generasi, idola mereka “sang Radja”.

Aksi panggung Radja Pecah! Stadion Suryakencana Sukabumi mendadak jadi arena karaoke massal saat Radja naik panggung di Broken Versus Festival. (Foto: fokusmedianews)

Dibentuk pada tahun 2001, band yang dimotori oleh Ian Kasela (vokal) dan Moldy (gitar) ini telah melewati berbagai pasang surut industri musik tanah air. Dari era rilisan fisik kaset dan CD hingga transisi ke era digital streaming, Radja tetap berdiri kokoh sebagai salah satu tonggak sejarah pop-rock Indonesia. Lagu-lagu masterpiece mereka seperti “Jujur”, “Cinderella”, “Benci Bilang Cinta”, dan “Tulus” terbukti bersifat timeless, tetap dihafal dan dinyanyikan oleh lintas generasi hingga hari ini.

Baca Juga :   Wabup Iyos Hadiri Gala Premier Film 'Sampai Nanti, Hanna'

Ketika ditanya mengenai resep utama band dalam mempertahankan konsistensi dan menjaga takhta selama seperempat abad, sang vokalis memberikan jawaban yang mendalam.

“Yang paling penting konsisten dalam menjaga kesamaan visi dan misi dalam bermusik, menjaga kebersamaan dengan komunikasi yang baik dan efektif, baik dengan anggota Band maupun dengan penggemar musik di tanah air,” kata Ian Kasela saat Konferensi Pers menjelang perhelatan Broken Versus Festival di Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI), Sabtu (12/9/2026).

Aksi panggung Band Radja saat menghibur para penggemar di Sukabumi. Malam itu, kehadiran mereka disambut histeris dan gemuruh penonton yang memadati lokasi acara. (Foto: fokusmedianews)

Ide menghadirkan konsep roadshow Broken Versus Festival ini pun dirancang khusus sebagai ruang komunikasi dengan para penikmat musik. Radja ingin mengawinkan memori emas era 2000-an milik mereka dengan gejolak emosional serta energi segar dari generasi masa kini di setiap kota yang dikunjungi.

Baca Juga :   Ketika Batas Generasi Melebur di Bawah Langit Dingin Sukabumi

Aksi panggung mereka di Sukabumi menjadi bukti nyata bahwa takhta “raja” panggung belum bergeser sedikit pun. Koor massal penonton mengiringi setiap lagu menegaskan bahwa magis karya Radja tidak pernah pudar digerus waktu.

Memasuki babak baru pasca-25 tahun berkarya, rangkaian roadshow ini menjadi momentum dan suntikan energi baru bagi Radja untuk terus mengukuhkan warisan (legacy) mereka di belantika musik Indonesia. (*/red)