Breaking News

Wali Kota Bogor Berharap Bumi Ageung Batutulis Terintegrasi dengan Kompleks Prasasti Batutulis

Wali Kota Bogor Dedie A Rachim (kanan) foto bersama dengan Menteri Kabudayaan RI, Fadli Zon (kedua dari kanan) disela-sela acara Culture, Heritage, Art, Narratives, Diplomacy, and Innovation (CHANDI) 2025 yang digelar di Denpasar, Bali. (foto : istimewa)

FOKUSMEDIANEWS.COM, KOTA BOGOR – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim bertolak ke Bali untuk menghadiri Culture, Heritage, Art, Narratives, Diplomacy, and Innovation (CHANDI) 2025 yang digelar di Denpasar, Kamis (4/9/2025). Dalam event tersebut, Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon menggelar pertemuan dengan para kepala daerah dan Kepala Balai Pelestarian Wilayah se-Indonesia.

“Tadi (pada pertemuan tersebut-red) masing-masing diberikan kesempatan untuk menyampaikan progres dari perlindungan cagar budaya dan juga perkembangan museum daerah,” tutur Dedie Rachim di Kota Bogor, (6/9/2025).

Baca Juga :   Wabup Sukabumi Monitoring Progres Pembangunan Gedung IGD RSUD Palabuhanratu

Dedie Rachim menambahkan, dalam forum tersebut, dirinya juga menyampaikan bagaimana Bumi Ageung Batutulis nanti akan terintegrasi dengan prasasti Batutulis.

“Yang nantinya akan kita kembangkan menjadi objek tujuan wisata pendidikan yang representatif di Kota Bogor. Tadi juga susah kita sampaikan, mudah-mudahan mendapatkan perhatian khusus,” ucapnya.

Sementara dalam sambutannya, Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon menegaskan, agar forum ini bisa menjadi sarana memperkuat visi bersama, menjadikan budaya sebagai alat perdamaian dan kesejahteraan bersama.

Baca Juga :   Pemkot Bogor Perpanjang Kerja Sama dengan WWF Indonesia

“Sesuai Asta Cita ke-8, Presiden Prabowo Subianto memiliki visi dalam mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur serta memperkuat keselarasan hidup yang harmonis dengan lingkungan, alam, dan budaya. Untuk itu, kami percaya bahwa kebudayaan bukan hanya cerminan masa lalu, melainkan alat yang kuat untuk diplomasi dan pembangunan perdamaian.” ucapnya.

Hal tersebut selaras dengan isi deklarasi bersama “Bali Cultural Intiative Declaration” yang diadopsi secara mufakat oleh 35 negara setelah pertemuan tingkat menteri yang diselenggarakan pada Rabu ( 3/9/2025)

Baca Juga :   Museum Prabu Siliwangi di Ponpes Al-Fath Sudah Menjalani Proses Standarisasi dan Akreditasi

Deklarasi tersebut menghadirkan komitmen bersama untuk mempromosikan keragaman budaya, melindungi nilai luhur warisan budaya, serta memperkuat diplomasi budaya sebagai jembatan untuk mewujudkan pembangunan global yang berkelanjutan dan inklusif. (*/Red)