Breaking News

Strategi ‘Parkir Air’ Pemkot Bogor: Cara Hulu Kurangi Beban Banjir Kiriman ke Jakarta

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim (kiri) bersama Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike (kanan), saat kunjungan kerja Komisi D DPRD Provinsi DKI Jakarta di Balai Kota Bogor, Jumat (18/9). (Foto: Dok Pemkot Bogor)

FOKUSMEDIANEWS. COM, BOGOR – Pemerintah Kota Bogor terus mematangkan strategi di wilayah hulu guna menekan risiko banjir kiriman yang kerap merendam wilayah DKI Jakarta. Salah satu langkah konkret yang menjadi andalan adalah penerapan sistem “parkir air” melalui normalisasi sejumlah situ dan pembangunan kawasan tangkapan air baru.

Langkah strategis ini dipaparkan langsung oleh Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, saat menerima kunjungan kerja Komisi D DPRD Provinsi DKI Jakarta di Balai Kota Bogor, Jumat (18/9). Dedie menegaskan bahwa intervensi di wilayah hulu sangat krusial mengingat ada 13 kelurahan di Kota Bogor yang bersinggungan langsung dengan aliran Sungai Ciliwung.

Baca Juga :   Hadapi dan Tanggulagi TBC, Pemkot Bogor Lakukan Inovasi Aksi Geulis

“Kami melakukan berbagai langkah nyata agar bisa mengurangi beban di DKI Jakarta. Kami melakukan normalisasi beberapa situ sebagai tangkapan air. Tujuannya, kami ingin mengupayakan ada ‘parkir air’, sehingga tidak semua air langsung masuk dan mengalir ke DKI Jakarta ketika tinggi muka air meningkat,” ujar Dedie.

Menahan Laju Air dari Katulampa

Selama ini, waktu respons Jakarta terhadap banjir kiriman sangat terbatas. Dedie menjelaskan, apabila status Bendung Katulampa sudah menyentuh level Siaga 1, maka dalam durasi 8 hingga 12 jam air bah akan langsung sampai ke wilayah Jakarta.

Melalui metode parkir air di situ-situ yang telah dinormalisasi, volume air yang mengalir ke hilir dapat dihambat dan dikendalikan. Tak berhenti di situ, Pemkot Bogor kini membidik pembangunan kawasan tangkapan air baru di wilayah Kedunghalang.

Baca Juga :   Wali Kota Bogor Jadi Narasumber Global Forum Urban Food Policy Pact 2025 di Milan

Namun, karena lahan potensial tersebut merupakan milik Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA), Pemkot Bogor mengajak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk berkolaborasi melakukan pembangunan bersama.

Didukung Pengendalian Sampah di Hulu

Selain menahan laju debit air, strategi hulu ini diimbangi dengan program Ciliwung Bersih untuk memastikan air yang mengalir ke Jakarta tidak membawa material sampah. Saat ini, volume sampah di Sungai Ciliwung diklaim telah berkurang lebih dari 60 persen.

Bahkan, Perumda Tirta Pakuan kini mulai memanfaatkan Sungai Ciliwung di wilayah Kabupaten Bogor sebagai sumber air baku guna memastikan tingkat polusi air hulu menurun drastis sebelum mengalir ke Bendung Katulampa.

Baca Juga :   Jelang Liburan, Kemana Tujuan Wisata Anda ? Ini 5 Destinasi Wisata Menarik di Sukabumi

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, menyambut baik strategi komprehensif dari Pemkot Bogor ini. Menurutnya, Jakarta tidak akan bisa menyelesaikan masalah banjir jika tidak ada perbaikan di sektor hulu.

“Saya melihat perkembangan Bogor ini sangat luar biasa. Terkait persampahan dan lingkungan hidup, saya melihat Bogor sudah melakukan berbagai tahapan dan langkah. Sehingga kita (di Jakarta) juga harus melakukan langkah di tengah dan di hilir,” ungkap Yuke. (*/Red)