Breaking News

Menguji Tuah “Fungsional Tol Bocimi Seksi 3” dalam Mengurai Kemacetan di Parungkuda-Cibadak Sukabumi

Foto: Tol Bocomi Seksi 3 yang sedang dalam proses pembangunan. (foto: irfan/Red)

Oleh : Tim Redaksi

FOKUSMEDIANEWS.COM, SUKABIUMI (16/3/2026) – Wajah mudik lebaran 1447 H di jalur utara Sukabumi akan ada warna dan cerita berbeda. Jika tahun-tahun sebelumnya narasi kemacetan di Cibadak selalu dihiasi dengan keluhan pemudik disebabkan antrian kemacetan belasan kilomete, maka tahun ini ada secercah harapan dan optimisme lewat diberlakukannya fungsional Tol Bocimi Seksi 3.

Dari Panjang Tol Bocimi Seksi 3 (Parungkuda–Cisaat/Sukabumi Barat) yang mencapai sekitar 13,7 kilometer, hanya sepanjang 5 kilometer saja yang saat ini siap difungsionalkan. Yaitu, dari pintu tol Bocimi Parungkuda sampai Karangtengah.  Diharapkan kebijakan ini bisa mengurai 7 spot kemacetan di sepanjang jalan arteri Parungkuda-Cibadak.

Nah, mampukah kebijakan memfungsionalkan Tol Bocimi Seksi 3 (sepanjang 5 Kilometer) menjadi “obat dewa” bagi keruwetan menahun di Sukabumi ?

Baca Juga :   Tiga Wartawan Senior Sukabumi Antusias Ikut UKW, Ahmad Syukri : Jadikan Contoh Bagi Wartawan Muda

Kehadiran Tol Cibadak–Sukabumi Barat secara fungsional memang menjadi angin segar. Secara teknis, jalur ini mampu memotong rantai kemacetan di titik-titik krusial seperti Pasar Cibadak dan Simpang Ratu yang selama ini menjadi momok bagi pemudik. Kita patut mengapresiasi langkah pemerintah dan pengelola jalan tol yang mengupayakan jalur ini siap pakai tepat waktu, meski dengan status fungsional dan fasilitas yang mungkin belum sempurna.

Namun, kita tidak boleh terjebak dalam euforia. Pengalaman di berbagai daerah menunjukkan bahwa pembukaan tol baru sering kali hanya memindahkan titik penumpukan (bottleneck). Jika arus kendaraan dari tol keluar secara bersamaan di jalur arteri yang sempit, maka kemacetan yang “bergeser” bisa jadi lebih sulit diurai. Di sinilah manajemen lapangan dari Kepolisian dan Dinas Perhubungan diuji konsistensinya.

Baca Juga :   Kereta Bukan Lagi Sekedar Alat Pindah Badan Melainkan Pemicu Ekonomi, UMKM, Pariwisata serta Peradaban Lokal

Titik tekan kita bukan hanya pada ketersediaan jalan, melainkan pada ketegasan aturan. Pasar tumpah, aktivitas parkir liar di bahu jalan, hingga angkutan umum yang berhenti sembarangan di jalur arteri Parungkuda-Cibadak tetap menjadi pekerjaan rumah yang belum tuntas. Tanpa sterilisasi jalur arteri, manfaat tol fungsional akan tergerus oleh egoisme pengguna jalan di jalur bawah.

Kita juga mengingatkan para pemudik bahwa status “fungsional” berarti jalur tersebut belum beroperasi penuh secara standar keamanan dan penerangan. Kewaspadaan ekstra dan kepatuhan pada arahan petugas di lapangan menjadi harga mati untuk menekan angka kecelakaan yang trennya sempat naik di wilayah ini.

Baca Juga :   Tiga Wartawan Senior Sukabumi Antusias Ikut UKW, Ahmad Syukri : Jadikan Contoh Bagi Wartawan Muda

Mudik bukan sekadar urusan sampai ke kampung halaman, tapi soal bagaimana perjalanan itu dilalui dengan manusiawi. Kehadiran Tol Bocimi Seksi 3 adalah ikhtiar besar, namun koordinasi lintas sektoral di lapangan tetaplah kunci utama. Jangan sampai infrastruktur yang sudah megah kalah telak oleh manajemen lalu lintas yang gagap.

Tahun ini harus menjadi bukti bahwa mudik ke Sukabumi tidak lagi identik dengan “tua di jalan”. (Red)