FOKUSMEDIANEWS.COM, KAB SUKABUMI – Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan I), Letjen TNI Kunto Arief Wibowo, S.IP., melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, pada Minggu (27/4/2025).
Pada kunjungan kerja tersebut, Pangkogabwilhan I diantaranya meresmikan Jalan Letjen Kunto Arief Wibowo, penanaman padi organik BIOS 44 Flona, penanaman pohon jambu kristal, dan tebar benih ikan dan panen raya timun organik.
Turut hadir mendampingi Letjen TNI Kunto Arief Wibowo, diantaranya Bupati Sukabumi H. Asep Japar, Wakil Bupati H Andreas, Dandim 0607/Kota Sukabumi, Letkol Inf Yudhi Hariyanto, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Dra. Hj. Lina Ruslinawati. Turut menyaksikan, unsur Muspika Kecaatan Kebonpedes, kepala desa Sasagaran, tokoh masyarakat dan tokoh agama serta ratusan warga setempat.
Jalan Letjen TNI Kunto Arief Wibowo yang diresmikan, dengan panjang 850 meter dan dibangun menggunakan dana desa tahun 2025. Jalan tersebut terletak di Desa Sasagaran, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi.
Kepala Desa Sasagaran, Deni Suwandi, dalam sambutannya mengatakan, pemberian nama jalan ini merupakan ide pemerintah desa bersama masyarakat. Hal itu sekaligus penghargaan kepada Letjen Kunto Arief Wibowo yang telah berjasa terhadap warga.
Semantara Bupati Sukabumi H. Asep Japar mengapresiasi adanya Jalan Letjen Kunto Arief Wibowo. Menurutnya, jalan yang dibangun pemerintah Desa Sasagaran tersebut dapat memudahkan pengangkutan hasil pertanian.
Bupati menyampaikan rasa bangga kepada Desa Sasagaran yang telah mengoptimalkan penggunaan dana desa. Terkhusus untuk pembangunan infrastruktur yang sangat bermanfaat bagi masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi masyarakat dan kepala Desa Sasagaran yang telah menginisiasi pembangunan infrastruktur jalan ini,” ungkapnya.
Menurutnya, infrastruktur jalan merupakan pondasi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Termasuk dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. “Kami yakin, keberadaan jalan ini berdampak positif bagi warga, khususnya petani dalam aksesibilitas,” katanya.

Berkaitan dengan pengembangan tanaman sayuran organik, menurut Asep Japar, merupakan langkah baik dalam mendorong pertanian ramah lingkungan, memperbaiki kualitas hasil panen serta menjaga kesehatan konsumen. Ia berharap sayuran organik yang ditanam di wilayah Desa Sasagaran tersebut bisa berdampak positif bagi masyaraka, terutama dari sisi perekonomian para petani.
“Semoga hasilnya melimpah dan meningkatkan perekonomian para petani,” ucapnya.
Bupati juga mengajak masyarakat untuk mengelola lahan sebaik mungkin. Terutama dengan mengutamakan kelestarian lingkungan dan produktivitas lahan jangka panjang. “Mari kita utamakan kelestarian lingkungan dan produktivitas lahan jangka panjang melalui penanaman tanaman organik,” ajaknya. (*/Red)











