FOKUSMEDIANEWS.COM, KARAWANG – Fakultas Sosial & Ekonomi (FSE) Universitas Teknologi Nusantara (UTN) kembali menegaskan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat melalui program “FSE Educate to School”. Kali ini, program tersebut hadir dengan tajuk spesial “FSE Menyapa Pesantren” untuk menggali potensi kewirausahaan para santri di lingkungan Pondok Pesantren Annihayah, Karawang.
Dekan FSE UTN, Muhammad Zeinny Hasbunallah Sasmita, S.E., M.B.A., CHBRP., CTT., hadir langsung sebagai narasumber dalam kegiatan Riset Pasar untuk Pemuda dan Siswa yang diselenggarakan oleh SMK Annihayah pada Kamis (27/08/202). Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengembangan Kewirausahaan Peserta Didik melalui Bantuan Pemerintah (Banper PKK) dari Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi.
Dalam pemaparannya di hadapan puluhan peserta didik, Zeinny menekankan bahwa riset pasar bukan sekadar teori, melainkan langkah strategis untuk membaca peluang usaha.
“Santri dan siswa SMK perlu dibekali kemampuan menganalisis kebutuhan konsumen, mengamati perilaku pasar, serta mengolah data riset sebagai dasar pengembangan ide usaha. Inilah fondasi wirausaha muda yang tangguh,” ujar Zeinny.
Materi yang disampaikan mencakup konsep riset pasar, teknik observasi, wawancara, angket, dan survei sederhana, hingga analisis segmentasi pasar serta preferensi konsumen. Tidak hanya teori, para peserta juga diajak langsung menyusun instrumen riset praktis untuk proyek usaha mereka masing-masing.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan berbasis pesantren. Menurut Zeinny, kehadiran FSE UTN di lingkungan pesantren bertujuan untuk membangun ekosistem wirausaha yang inklusif dan berdaya saing.
“Kami ingin FSE tidak hanya eksis di dalam kampus, tetapi juga hadir di tengah masyarakat, termasuk di pesantren. Melalui ‘FSE Educate to School’, kami senang bisa berdialog langsung dengan generasi muda,” tambahnya.
Ke depan, FSE UTN berkomitmen untuk memperluas jangkauan program ini ke berbagai sekolah dan pesantren lain di wilayah Jawa Barat. Langkah ini menjadi bagian dari pengabdian nyata kampus dalam mencetak wirausaha muda berbasis riset dan inovasi. (*/red)





