Breaking News

Pemkot Bogor Edukasi Anti Bullying, Wujudkan Sekolah Aman dan Nyaman

Wakil Walikota Kota Bogor, Jenal Mutaqin, saat memberikan materi pada program sosialisasi anti-bullying kepada siswa-siswi SD Rimba Putra, Bogor Barat, Kota Bogor. (Foto: Diskominfo Kota Bogor)

FOKUSMEDIANEWS.COM, KOTA BOGOR – Mengawali tahun 2026, sosialisasi stop perundungan atau bullying di tingkat pelajar terus digencarkan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk menekan kasus bullying di lingkungan pendidikan.

Program sosialisasi anti-bullying ini menyasar siswa-siswi SD Rimba Putra, Bogor Barat, Selasa (13/1/2026).

Sosialisasi diberikan langsung oleh Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, didampingi perangkat dinas terkait. Jenal Mutaqin menegaskan bahwa sosialisasi ini terus digencarkan di setiap instansi pendidikan.

Baca Juga :   Ketua DPRD Sukabumi Sampaikan Agenda Lanjutan Bahas Raperda APBD Perubahan Tahun 2025

“Sehingga anak-anak sejak usia dini mulai memahami bahwa perundungan itu tidak baik. Mengejek atau menghina itu tidak baik,” tegas Jenal Mutaqin.

Terlepas dari sosialisasi yang diberikan, upaya para tenaga pendidik untuk mengedukasi siswa juga terus ditingkatkan. Jenal Mutaqin juga berharap keluarga besar SD Rimba Putra terhindar dari tindakan bullying, baik sebagai korban maupun pelaku.

Baca Juga :   PKB Kabupaten Sukabumi Gelar Muscab 2026: Perkuat Sinergi dan Jaga Ruh Politik Aswaja

“Kalau terus diedukasi, insyaallah siswa akan menjadi generasi yang kuat dan anti-bullying. Tadi saya tanya, semua sepakat tidak mau mengalami bullying, baik diejek, direndahkan, maupun dihina. Maka dari itu, kita sendiri jangan melakukan hal seperti itu,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Kepala SD Negeri Rimba Putra, Widi Prihayana, mengatakan bahwa sosialisasi ini penting dilakukan untuk mengenalkan siswa tentang apa itu bullying dan bagaimana cara mengantisipasinya.

Baca Juga :   Wabup Andreas Hadiri Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II/2025 : Tetap Tangguh, Produktif dan Terus Berinovasi

“Awalnya mungkin hanya bercanda, namun bisa saja berkembang menjadi bullying dan kekerasan. Lalu bagaimana kita harus menyikapinya. Siswa dapat menyerap ilmu yang berguna dan bermanfaat untuk membentuk karakter,” kata Widi. (*)