Breaking News

Rangkaian HPN 2026, Aktivis Pers Sukabumi Gelar Diskusi Perkuat Literasi Sehat dan Ketahanan Informasi

Forum Diskusi Gerakan Literasi Sehat dan Ketahanan Informasi menangkal propaganda asing di C'Kopi Gaud Jl. A. Yani No.39, Gunungparang, Kec. Cikole, Kota Sukabumi. (foto: Fokus Media News)

FOKUSMEDIANEWS.COM, SUKABUMI – PWI Kabupaten Sukabumi dan SMSI Sukabumi Raya, kerjasama dengan Wartain.com bersama Rumah Literasi Merah Putih, menggelar Forum Diskusi Gerakan Literasi Sehat dan Ketahanan Informasi. Kegiatan ini digekar dalam rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dan Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang ke-80.

Forum Diskusi  ini menjadi ruang kolaborasi strategis dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya literasi informasi, sekaligus upaya bersama untuk mewaspadai dan melawan propaganda asing di tengah derasnya arus digitalisasi.

Hadir sebagai pemateri dalam kegiatan tersebut, Pejabat Dinas Kominfosan Kabupaten Sukabumi yang diwakili oleh Kepala Bidang Persandian dan Keamanan Informasi (Sandikami), Ujang Zulkifli; Sekretaris PWI Jawa Barat, Tantan Sulthon Bukhawan; Plt Ketua PWI Sukabumi, Nuruddin Zain Samsyi. Dihadir pula para jurnalis Sukabumi, aktivis mahasiswa, para pemilik media.

Baca Juga :   Diikuti 2.500 Atlet, Bupati Marwan Buka Perhelatan Porkab Sukabumi

Kepala Bidang Persandian dan Keamanan Informasi (Sandikami) Diskominfosan Kabupaten Sukabumi, Ujang Zulkifli, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya forum diskusi penguatan literasi ini. Menurutnya, kegiatan ini sangat relevan dalam memperkuat ketahanan informasi di daerah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada penyelenggara kegiatan PWI Kabupaten Sukabumi serta SMSI Sukabumi Raya yang didukung penuh oleh media Wartain.com group serta Rumah Literasi Merah Putih yang telah menginisiasi kegiatan ini. Forum seperti ini sangat bermanfaat sebagai masukan bagi pemerintah daerah dalam mewaspadai propaganda asing, sehingga kita dapat bersama-sama menjaga kedaulatan negara, khususnya di tingkat daerah,” ungkapnya.

Iapun menegaskan, di era keterbukaan informasi saat ini, tantangan yang dihadapi tidak hanya berkaitan dengan percepatan arus informasi, tetapi juga ancaman disinformasi, hoaks, serta konten yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, insan pers, dan komunitas literasi menjadi sangat penting.

Baca Juga :   Dedie Rachim dan Jenal Mutaqin Ditetapkan sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor Periode 2025–2030

Diskominfosan Kabupaten Sukabumi, lanjutnya, memiliki peran strategis dalam penguatan sistem persandian dan keamanan informasi daerah. Melalui sinergi dengan berbagai pihak, diharapkan tercipta ekosistem informasi yang sehat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Kami berharap forum-forum diskusi seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi agenda berkesinambungan. Literasi digital dan ketahanan informasi adalah tanggung jawab bersama,” tambahnya.

Forum tersebut juga menghadirkan berbagai narasumber dari kalangan jurnalis salahsatunya Sekretaris PWI Jawa Barat dan pegiat literasi, yang menekankan pentingnya verifikasi informasi serta sikap kritis masyarakat dalam menyaring setiap informasi yang diterima.

Baca Juga :   PWI Kabupaten Sukabumi Terima Penghargaan Peduli Kebencanaan dari Bupati

Melalui dukungan terhadap kegiatan ini, Diskominfosan Kabupaten Sukabumi menegaskan komitmennya dalam memperkuat tata kelola informasi publik yang transparan, aman, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ditempat yang sama, Direktur Utama PT Ragamulya Suryakencana Warta Indonesia sekaligus pimpinan Media Online Wartain.com, Siti Ratna Maymunah, menyampaikan bahwa forum ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat kesadaran bersama dalam menghadapi tantangan informasi global, termasuk potensi propaganda asing yang dapat mengancam kedaulatan negara.

“Kegiatan ini merupakan bentuk dedikasi dan kolaborasi bersama PWI, SMSI serta Rumah Literasi Merah Putih. Melalui diskusi ini, kita berupaya mewaspadai dan melawan propaganda asing dengan memperkuat literasi masyarakat,” pungkasnya. (*)