Breaking News

Wali Kota Bogor Ajak Gen Z Memanfaatkan Bonus Demografi dan Peduli Lingkungan

Dok Diskominfo Kota Bogor

FOKUSMEDIANEWS.COM, KOTO BOGOR – Wali Kota Bogor, Bima Arya menjadi keynote speaker dalam Leadership Basic Training atau LK 1 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kota Bogor di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Minggu (24/9/2023) malam.

Dari paparan ketua panitia, LK 1 2023 yang digelar di Balai Kota ini sepanjang perjalanan merupakan sejarah dan rekor karena mencatat peserta terbanyak.

Dihadapan para mahasiswa, Bima Arya menyampaikan Balai Kota terbuka untuk semua, terlebih untuk para kaum muda yang akan menjadi calon-calon pemimpin di masa depan.

Apalagi kata dia, Kota Bogor ini merupakan kota para pemimpin hebat dari masa ke masa.

“Dan saat ini Indonesia mendapatkan bonus demografi yang juga banyak didapatkan negara lain, namun tidak banyak negara yang berhasil memanfaatkan itu,” katanya.

“Jadi kalau hari ini kita semua fokus untuk menyiapkan kalian, itu tandanya kita ingin negara ini dipimpin oleh Gen Z yang kepemimpinannya berkualitas,” tambahnya.

Bima Arya menilai, perjalanan Indonesia saat ini sudah berjalan on the track untuk menjemput bonus demografi.

Baca Juga :   Bogor Innovation Awards 2023 Dibuka, Pendaftaran 30 Maret-31 Mei 2023

Namun kepada HMI, Bima Arya menitipkan pesan untuk menjemput Indonesia emas 2045 agar Gen Z juga turut serta dalam memperbaiki lingkungan hidup, seperti persoalan sampah dan juga polusi udara.

Perbaikan lingkungan hidup bisa dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya memberikan edukasi, sosialisasi kepada masyarakat, bebersih lingkungan atau program untuk memperbaiki lingkungan hidup.

“Karena kalau ini enggak diurus bersama-sama (lingkungan hidup) Indonesia emas tidak akan ada. Jadi pengelolaan sampah dan sebagainya ini harus jadi atensi dari pemimpin selanjutnya dari Gen Z yang akan menjadi calon pemimpin masa depan,” jelasnya.

Bima Arya melihat, bahwa dunia akan terus berubah dengan artificial intelligence (AI) yang semakin canggih dikarenakan akan digantikan dengan the power of science.

“Saya pernah menyaksikan perdebatan tentang menghitung apalah artificial intelligence ini akan membuat manusia punah atau membuat manusia berjaya. Itu seperti mata koin yang bisa hancur, bisa bagus, bermanfaat, bisa mudharat,” katanya.

Baca Juga :   Lepas Sambut Danrem 061 Suryakancana, Kolonel Inf Faisol Izuddin Gantikan Brigjen TNI Anan Nurakhman

Selain itu Bima Arya juga berpesan agar para mahasiswa terus menjaga demokrasi dan otonomi daerah.

“Adanya pemimpin-pemimpin bangsa, pemimpin hebat di daerah yang menjadikan level ekonomi daerah-daerah maju dan berkembang pesat itu karena adanya mereka (pemimpin daerah). Mereka ada karena otonomi daerah. Otonomi daerah hilang, demokrasi hilang, maka kita akan kembali kepada masa lalu,” ujarnya.

Di akhir paparannya Bima Arya menyampaikan tentang kompetensi dan karakter yang juga harus dimiliki. Namun yang paling penting adalah membangun dan menjaga karakter.

“Kompetensi itu hanya 30 persen saja, 70 persen lainnya adalah karakter, percuma cemerlang, visioner, IPK tinggi tapi suka khianat,  tidak mau tahu, letoy, tidak jujur,  menghalalkan segala cara, individualis, soliter. Nggak bisa seperti itu. Sejarah mencatat  pemimpin besar itu pemimpin yang berkarakter,” katanya.

Dok Diskominfo Kota Bogor

Ketua Umum HMI Cabang Kota Bogor, Sofwan Ansori menegaskan, HMI Kota Bogor siap menjadi generasi emas Indonesia

“Dari kaderisasi ini, proses yang kami alami tidak lepas dari persoalan bangsa hari ini. Saat ini kita dihadapkan dengan momentum bonus demokrasi yang memang harus kita raih peluang itu. Dan yang mengikuti kegiatan ini rata-rata generasi Gen Z yang sekitar lahir 2004,” ujarnya.

Baca Juga :   Unpak Lepas 857 Lulusan Program Doktor, Magister, Sarjana dan Ahli Madya

Generasi Gen Z ini lanjutnya, harus juga membuka mata terkait persoalan yang dihadapkan bangsa, termasuk mengenai lingkungan hidup.

“Untuk itu kita juga harus meningkatkan kualitas dan kapasitas diri. Membentuk manusia beriman, berilmu dan mampu menjalankan tugas kemanusiaan, tugas kemanusian dengan beramal dengan menuntaskan persoalan-persoalan untuk progres kedepan merebut bonus demokrasi. Isu lingkungan ini juga termasuk yang kita sikapi dan kita terus mendorong pemerintah untuk memiliki komitmen dan seluruh stakeholder baik masyarakat itu sendiri untuk andil dalam perbaikan lingkungan. Kita juga minta pemerintah tegas menjalankan regulasi, reward and punishment kepada mereka penyumbang polusi udara dan juga pencemaran lingkungan, termasuk mengenai persoalan dan pengolahan sampah,” katanya. (*Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *