Breaking News

Lapas Warungkiara Tingkatkan Kemandirian Warga Binaan Lewat Program Penggemukan Sapi

Program penggemukan sapi di area Peternakan terpadu Lapas Warungkiara. (Foto : istimewa)

FOKUSMEDIANEWS.COM, KAB SUKABUMI – Lembaga Pemasyarakatan ( Lapas) Kelas IIB Warungkiara Sukabumi kembali melaksanakan program penggemukan sapi. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).  Program penggemukan sapi tersebut bertempat di Peternakan Terpadu yang terletak dikawasan Lapas Warungkiara.

Kepala Lapas (Kalapas) Warungkiara, Irfan, menyebutkan bahwa penggemukan sapi ini merupakan salah satu program unggulan yang di miliki Lapas Warungkiara.

Baca Juga :   Bertepatan Hari Raya Idul Fitri 1444 H, 828 Orang WBP Lapas Warungkiara Dapat Remisi Khusus

“Tidak semua Lapas di Indonesia bisa mendapatkan kesempatan ini. Oleh kerena itu, kami bertekad agar predikat Lapas Industri bagi Lapas Warungkiara tetap terjaga dan berharap semakin maju kedepannya,” ungkap Irfan, Senin (8/1/2024).

Kalapas menjelaskan, program berawal dari APBN-P dan pilot project Lapas industri pada tahun 2017. Hingga saat ini Lapas Warungkiara masih mampu mempertahankan predikat Lapas Industri di Indonesia .

Baca Juga :   Bangun Citra Positif Kumham, Humas UPT Suci Raya Ikuti Peningkatan Kapasitas Kehumasan

Program ini bekerjasama dengan pihak ketiga yaitu PT Kariyana Gita Utama, dimana sampai data terakhir (8/1/2024) jumlah sapi yang digemukkan sebanyak 395 ekor.

“Dengan program ini selain mempertahankan predikat Lapas industri, juga memberikan pengalaman bagi warga binaan di Lapas Warungkiara untuk merawat sapi potong jenis BX (Brahman Cross) dan akhirnya meningkatkan kemandirian bagi warga Binaan,” ucapnya.

Baca Juga :   Lapas Kelas IIB Warungkiara Sukabumi Deklarasi Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK/WBBM Tahun 2023

Peternakan terpadu Lapas Warungkiara mulai di fungsikan sejak tahun 2017. Hingga saat ini keberadaannya masih bisa di manfaatkan untuk mendukung program kemandirian warga binaan Lapas Warungkiara, khususnya bagi mereka yang menjalani program asimilasi. (*rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *